Kadin Jatim Siapkan Kurikulum Vokasi Sesuai Kebutuhan Industri

pemerintahan | 04 Juli 2026 08:47

 

Sementara itu, Senior Program Officer VET Development Swisscontact, Ilham Hasbiullah, menjelaskan pendekatan Job and Occupational Analysis menempatkan dunia industri sebagai titik awal dalam penyusunan kurikulum.

 

Ia menilai pola penyusunan kurikulum selama ini masih berangkat dari institusi pendidikan, kemudian baru divalidasi oleh industri. Cara tersebut dinilai menjadi salah satu penyebab masih terjadinya skill mismatch pada lulusan vokasi.

 

“Kalau kita ingin mengurangi skill mismatch, maka prosesnya harus dibalik. Analisis pekerjaan dilakukan terlebih dahulu di industri, baru hasilnya diterjemahkan menjadi kurikulum. Jadi kurikulum benar-benar lahir dari kebutuhan industri, bukan sebaliknya,” jelas Ilham.

 

Melalui pendekatan tersebut, Kadin Jatim berharap kurikulum pendidikan vokasi menjadi lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan dunia usaha. Dengan demikian, lulusan vokasi di Jawa Timur diharapkan memiliki kompetensi yang lebih relevan dan siap bersaing di pasar kerja. (ivan)