Ia menjelaskan, selain menjaga stabilitas harga, pasar murah kini diperluas hingga tingkat desa dan kecamatan agar masyarakat lebih mudah memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau. Sebelumnya, kegiatan serupa lebih banyak dipusatkan di kawasan perkotaan atau alun-alun.
Disperindag Jatim juga mengintegrasikan pasar murah dengan pemberdayaan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta industri kecil dan menengah (IKM). Pada akhir tahun, pemerintah akan mengevaluasi jumlah pelaku usaha yang terlibat beserta nilai transaksi yang dihasilkan dari kegiatan tersebut.
Dalam penyelenggaraannya, Disperindag Jatim bekerja sama dengan Perum Bulog untuk memastikan ketersediaan komoditas strategis seperti beras, gula pasir, dan minyak goreng di setiap lokasi pasar murah.
“Harapannya, masyarakat semakin mudah memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau sehingga daya beli tetap terjaga,” kata Iwan.