Kolaborasi BPBD dan Disbudpar Jatim Edukasi Pengunjung Museum

pemerintahan | 11 Juli 2026 11:23

Kolaborasi BPBD dan Disbudpar Jatim Edukasi Pengunjung Museum
Petugas BPBD Jawa Timur memberikan edukasi dan simulasi kebencanaan kepada pengunjung Museum Negeri Mpu Tantular di Buduran, Sidoarjo. (dok kominfo)

SIDOARJO, PustakaJC.co – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur berkolaborasi dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Jatim menggelar sosialisasi dan edukasi kebencanaan bagi pengunjung serta pengelola Museum Negeri Mpu Tantular di Buduran, Sidoarjo, Jumat, (10/7/2026).

 

Kegiatan yang berlangsung di halaman museum tersebut menjadi salah satu alternatif edukatif bagi masyarakat selama masa liburan sekolah. Peserta mendapatkan berbagai materi mulai dari pengenalan jenis-jenis bencana yang berpotensi terjadi di Jawa Timur, pelatihan Pertolongan Pertama Gawat Darurat (PPGD), simulasi gempa bumi, hingga simulasi pemadaman kebakaran. Dilansir dari kominfojatim.go.id, Sabtu, (11/7/2026).

 

Kepala UPT Museum Negeri Mpu Tantular, Rica Puspita, menyampaikan apresiasi atas sinergi yang terjalin antara Museum Mpu Tantular dan BPBD Jatim. Menurutnya, kegiatan tersebut mendapat sambutan positif dari para pengunjung yang terlihat antusias mengikuti setiap sesi pelatihan.

 

 

Ia menilai edukasi kebencanaan menjadi bagian penting dalam pengembangan fungsi museum sebagai ruang pembelajaran publik. Museum, kata dia, tidak lagi hanya berfungsi sebagai tempat penyimpanan benda bersejarah, tetapi juga sebagai sarana edukasi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat saat ini.

 

“Saya lihat antusias pengunjung tadi sangat luar biasa. Semoga ini bisa menjadi pengalaman sekaligus bekal untuk meningkatkan mitigasi dan kesiapsiagaan ketika menghadapi bencana,” ujarnya.

 

Selain memberikan pemahaman teori, peserta juga diajak mempraktikkan langsung langkah-langkah penyelamatan diri saat terjadi gempa bumi maupun kebakaran. Simulasi tersebut dipandu oleh tim BPBD Jatim sehingga peserta dapat memahami prosedur keselamatan secara lebih mudah dan aplikatif.

 

Salah satu peserta, Arum, warga Kecamatan Candi, Sidoarjo, mengaku mendapatkan banyak pengetahuan baru melalui kegiatan tersebut. Ia yang datang bersama anaknya merasa pelatihan tersebut sangat bermanfaat karena memberikan pemahaman dasar mengenai penanganan bencana.

 

“Saya termasuk awam soal kebencanaan. Dari kegiatan ini saya jadi mengenal BPBD dan tahu apa yang harus dilakukan ketika terjadi bencana,” katanya.

 

 

Menurut Arum, metode penyampaian materi yang disertai praktik langsung membuat peserta lebih mudah memahami langkah-langkah mitigasi bencana. Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan agar semakin banyak masyarakat yang memiliki kesiapsiagaan menghadapi situasi darurat.

 

“Terima kasih BPBD Jawa Timur dan Museum Mpu Tantular. Senang sekali bisa mengikuti pelatihan ini,” ujarnya.

 

Kegiatan edukasi kebencanaan tersebut turut dihadiri Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Buduran, perwakilan Disbudpar Jatim, serta Tim Mobil Edukasi Penanggulangan Bencana (Mosipena) BPBD Jatim. Melalui kolaborasi ini, BPBD Jatim berharap budaya sadar risiko bencana dapat semakin tumbuh di tengah masyarakat sejak usia dini. (ivan)