Puguh juga mengapresiasi pelatihan Destana yang berlangsung selama tujuh hari tersebut. Menurutnya, kegiatan yang difasilitasi BPBD Jatim dan BPBD Kabupaten Malang itu merupakan bentuk nyata komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan kemampuan masyarakat menghadapi berbagai ancaman bencana.
Melalui pelatihan tersebut, peserta tidak hanya memperoleh pemahaman teori kebencanaan, tetapi juga keterampilan praktis terkait mitigasi, kesiapsiagaan, hingga penanganan awal saat terjadi bencana.
“Melalui pelatihan yang didampingi fasilitator kompeten, masyarakat tidak hanya memahami teori kebencanaan, tetapi juga memiliki kemampuan praktis dalam melakukan mitigasi dan penanganan awal ketika bencana terjadi,” tuturnya.
Ia berharap program Desa Tangguh Bencana yang dikembangkan BPBD Jatim dapat terus menjangkau lebih banyak desa di seluruh Jawa Timur sehingga mampu memperkuat ketahanan masyarakat sekaligus menekan risiko korban jiwa maupun kerugian akibat bencana.
“Semakin banyak desa yang tangguh, semakin siap pula masyarakat Jawa Timur menghadapi berbagai ancaman bencana. Ini adalah investasi jangka panjang untuk keselamatan masyarakat,” pungkasnya. (ivan)