DPRD Dukung BPBD Jatim Kembangkan Desa Tangguh Bencana

pemerintahan | 16 Juli 2026 18:16

DPRD Dukung BPBD Jatim Kembangkan Desa Tangguh Bencana
Anggota DPRD Jawa Timur Puguh Wiji Pamungkas berfoto bersama jajaran BPBD Provinsi Jawa Timur, BPBD Kabupaten Malang, serta unsur Forkopimcam Wajak yang terdiri dari TNI dan Polri usai kegiatan kegiatan penguatan Program Desa Tangguh Bencana (Destana) di Desa Ngembal, Kecamatan Wajak, Kabupaten Malang. (dok kominfo)

MALANG, PustakaJC.co - Anggota DPRD Jawa Timur dari Daerah Pemilihan Malang Raya, Puguh Wiji Pamungkas, menyatakan dukungannya terhadap upaya Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur dalam mengembangkan program Desa Tangguh Bencana (Destana) sebagai langkah memperkuat kesiapsiagaan masyarakat menghadapi berbagai potensi bencana di daerah, Kamis (16/7/2026).

 

Dukungan tersebut disampaikan Puguh saat menjadi narasumber pada pembukaan Pelatihan Desa Tangguh Bencana yang diselenggarakan BPBD Provinsi Jawa Timur bekerja sama dengan BPBD Kabupaten Malang di Desa Ngembal, Kecamatan Wajak, Kabupaten Malang, Selasa, (14/7/2026).

 

Kegiatan itu dihadiri jajaran Forkopimcam Wajak, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Malang beserta jajaran, serta tokoh masyarakat setempat. Menurut Puguh, program Destana merupakan salah satu upaya strategis dalam membangun budaya sadar bencana di tingkat desa. Dilansir dari kominfojatim.go.id, Kamis, (16/7/2026).

 

“Program Destana adalah salah satu program unggulan BPBD Provinsi Jawa Timur yang sangat strategis. Masyarakat desa perlu dibekali kemampuan mitigasi sehingga mampu bertindak cepat, tepat, dan mandiri saat menghadapi bencana,” ujar Sekretaris Fraksi PKS DPRD Jawa Timur tersebut.

 

 

Berdasarkan informasi BPBD Kabupaten Malang, hingga saat ini telah terbentuk sekitar 166 Desa Tangguh Bencana dari total sekitar 390 desa yang ada di Kabupaten Malang. Capaian tersebut dinilai menunjukkan komitmen pemerintah dalam memperkuat kapasitas masyarakat menghadapi risiko bencana.

 

Meski demikian, Puguh menilai program tersebut masih perlu diperluas mengingat tingginya tingkat kerawanan bencana di berbagai wilayah Jawa Timur, termasuk Kabupaten Malang.

 

“Jawa Timur merupakan daerah yang memiliki tingkat kerawanan bencana cukup tinggi. Karena itu, pembentukan Destana harus terus diperluas agar semakin banyak masyarakat yang memiliki kemampuan mitigasi kebencanaan,” katanya.

 

Ia menegaskan bahwa keberhasilan pengurangan risiko bencana membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Menurutnya, pendekatan pentahelix yang melibatkan pemerintah, akademisi, dunia usaha, media, organisasi masyarakat, dan warga menjadi faktor penting dalam mendukung keberhasilan mitigasi bencana.

 

“Kolaborasi aktif seluruh unsur sangat penting. Ketika masyarakat sudah memiliki pengetahuan dan keterampilan menghadapi bencana, maka dampak yang ditimbulkan dapat diminimalkan,” jelasnya.

 

 

Puguh juga mengapresiasi pelatihan Destana yang berlangsung selama tujuh hari tersebut. Menurutnya, kegiatan yang difasilitasi BPBD Jatim dan BPBD Kabupaten Malang itu merupakan bentuk nyata komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan kemampuan masyarakat menghadapi berbagai ancaman bencana.

 

Melalui pelatihan tersebut, peserta tidak hanya memperoleh pemahaman teori kebencanaan, tetapi juga keterampilan praktis terkait mitigasi, kesiapsiagaan, hingga penanganan awal saat terjadi bencana.

 

“Melalui pelatihan yang didampingi fasilitator kompeten, masyarakat tidak hanya memahami teori kebencanaan, tetapi juga memiliki kemampuan praktis dalam melakukan mitigasi dan penanganan awal ketika bencana terjadi,” tuturnya.

 

Ia berharap program Desa Tangguh Bencana yang dikembangkan BPBD Jatim dapat terus menjangkau lebih banyak desa di seluruh Jawa Timur sehingga mampu memperkuat ketahanan masyarakat sekaligus menekan risiko korban jiwa maupun kerugian akibat bencana.

 

“Semakin banyak desa yang tangguh, semakin siap pula masyarakat Jawa Timur menghadapi berbagai ancaman bencana. Ini adalah investasi jangka panjang untuk keselamatan masyarakat,” pungkasnya. (ivan)