Ia menjelaskan, pendanaan pembangunan flyover akan bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Keberadaan flyover dinilai penting untuk mengurangi perlintasan sebidang sekaligus mendukung kelancaran operasional layanan kereta regional yang nantinya melayani mobilitas masyarakat Surabaya, Sidoarjo, dan wilayah sekitarnya.
Nyono menuturkan, untuk pelaksanaan SRRL Fase 1A yang menghubungkan Stasiun Surabaya Gubeng hingga Stasiun Sidoarjo, tahapan pekerjaan akan diawali dari sektor hulu melalui penataan Depo Sidotopo.
Saat ini, proses pengembangan proyek masih berada pada tahap penyusunan dan pematangan Detail Engineering Design (DED) yang dikerjakan oleh Chodai, perusahaan konsultan asal Jepang.
Menurut Nyono, penyelesaian DED menjadi salah satu tahapan penting sebelum proyek memasuki fase konstruksi yang direncanakan dimulai pada awal 2027.