Pacitan Jadi Pusat Gelar Kesiapsiagaan Bencana Se-Jawa Timur

pemerintahan | 22 Juli 2026 07:42

Pacitan Jadi Pusat Gelar Kesiapsiagaan Bencana Se-Jawa Timur
Plh. Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur Bobby Soemiarsono melakukan penabuhan gong sebagai tanda dibukanya Gelar Peralatan Penanggulangan Bencana BPBD se-Jawa Timur di Pacitan. (dok kominfo)

PACITAN, PustakaJC.co – Kabupaten Pacitan menjadi pusat penyelenggaraan Gelar Peralatan Penanggulangan Bencana yang diikuti Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) kabupaten/kota se-Jawa Timur. Kegiatan yang digelar Pemerintah Provinsi Jawa Timur di Pantai Pancer Door, Selasa, (21/7/2026), ini bertujuan memperkuat kesiapsiagaan daerah dalam menghadapi berbagai potensi bencana.

 

Mengusung tema “Beyond Resilience: Sinergi Berintegritas, Kolaborasi Tanpa Batas”, kegiatan tersebut menjadi wadah untuk meningkatkan kemampuan personel dalam mengoperasikan peralatan penanggulangan bencana sekaligus memperkuat koordinasi dan kolaborasi antar-BPBD di seluruh Jawa Timur. Dilansir dari kominfojatim.go.id, Rabu, (22/7/2026).

 

Pelaksana Harian (Plh.) Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur, Bobby Soemiarsono, mengatakan gelar peralatan bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi menjadi forum strategis untuk mengukur kesiapan daerah dalam menghadapi situasi darurat.

 

Menurutnya, kegiatan ini bertujuan menyamakan standar operasional, menguji interoperabilitas personel dan peralatan, memperkuat sistem komando, mengembangkan kapasitas pusat pengendalian operasi, meningkatkan tata kelola logistik kebencanaan, serta membangun jejaring kolaborasi antardaerah.

 

“Forum ini merupakan instrumen untuk mengukur kesiapan daerah, menyamakan standar operasional, menguji interoperabilitas personel dan peralatan, memperkuat sistem komando, mengembangkan kapasitas pusat pengendalian operasi, meningkatkan tata kelola logistik kebencanaan, sekaligus membangun jejaring kolaborasi antar daerah,” ujar Bobby.

 

 

Ia menegaskan, penguatan sistem penanggulangan bencana membutuhkan komitmen bersama seluruh pemerintah daerah. Karena itu, pemerintah kabupaten dan kota di Jawa Timur didorong untuk terus meningkatkan investasi dalam pengurangan risiko bencana, memperkuat kapasitas aparatur, meningkatkan kualitas data dan informasi kebencanaan, membangun sistem logistik yang andal, serta menumbuhkan budaya sadar bencana hingga ke tingkat desa dan kelurahan.

 

Sementara itu, Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada Kabupaten Pacitan sebagai tuan rumah kegiatan berskala provinsi tersebut.

 

Ia berharap penyelenggaraan kegiatan ini dapat memperkuat koordinasi dan sinergi antarlembaga dalam menghadapi berbagai ancaman bencana yang berpotensi terjadi di wilayah Jawa Timur.

 

“Kami mengucapkan selamat datang di Kabupaten Pacitan dan terima kasih sudah memilih Pacitan sebagai tuan rumah kegiatan ini. Ini merupakan suatu kehormatan bagi Kabupaten Pacitan,” katanya.

 

Pada kesempatan yang sama, Deputi Bidang Koordinasi Penanggulangan Bencana dan Konflik Sosial Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan RI, Lilik Kurniawan, menekankan pentingnya peran BPBD sebagai ujung tombak penanggulangan bencana di daerah.

 

 

Menurutnya, kesiapsiagaan tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan peralatan, tetapi juga kemampuan personel dalam mengoperasikan seluruh sarana secara optimal serta membangun kemitraan strategis dengan berbagai pihak.

 

“Kami berharap BPBD menjadi ujung tombak bagaimana pemenuhan kebutuhan itu bisa dilakukan. Hal ini dapat diwujudkan melalui kebersamaan dalam membangun partisipasi dan kemitraan publik yang strategis dengan semangat kesiapsiagaan bencana yang terpadu, tidak hanya memiliki peralatan yang baik, tetapi juga memastikan seluruh personel mampu mengoperasikannya,” ungkap Lilik.

 

Ia juga mengingatkan bahwa keselamatan masyarakat harus menjadi dasar utama dalam setiap kebijakan pemerintah terkait penanggulangan bencana.

 

Mengutip adagium Latin Salus Populi Suprema Lex Esto, Lilik menegaskan bahwa keselamatan rakyat merupakan hukum tertinggi sehingga seluruh kebijakan dan tindakan pemerintah harus selalu mengutamakan perlindungan masyarakat.

 

Senada, Deputi Bidang Logistik dan Peralatan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Andi Eviana, mengatakan kesiapan peralatan menjadi salah satu aspek penting dalam memperkuat kapasitas daerah menghadapi beragam ancaman bencana.

 

 

Menurutnya, gelar peralatan bukan sekadar ajang memamerkan perlengkapan yang dimiliki masing-masing daerah, tetapi menjadi momentum untuk memastikan seluruh peralatan siap digunakan dan didukung personel yang memiliki kemampuan operasional memadai.

 

“Beragamnya potensi bencana tersebut menunjukkan bahwa kesiapan peralatan penanggulangan bencana menjadi salah satu bagian yang sangat penting dalam memperkuat kapasitas daerah. Oleh karena itu, kegiatan gelar peralatan penanggulangan bencana ini tidak semata-mata menjadi ajang untuk menampilkan atau memperlihatkan peralatan yang dimiliki,” ujarnya.

 

Selain gelar peralatan penanggulangan bencana, kegiatan juga dirangkaikan dengan pelepasliaran ratusan tukik ke laut sebagai bentuk dukungan terhadap upaya pelestarian penyu di kawasan pesisir Pacitan sekaligus mengampanyekan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan. (ivan)