Ketua Satgas MBG Jatim Minta BGN Benahi Porsi Makan

pemerintahan | 23 Juli 2026 18:55

Ketua Satgas MBG Jatim Minta BGN Benahi Porsi Makan
Wakil Gubernur Jawa Timur sekaligus Ketua Satgas Makan Bergizi Gratis (MBG) Jatim, Emil Elestianto Dardak, memberikan keterangan kepada wartawan terkait evaluasi pelaksanaan Program MBG di Kantor DPD Partai Demokrat Jawa Timur, Surabaya, Rabu, (22/7/2026). (dok antara)

SURABAYA, PustakaJC.co – Ketua Satuan Tugas (Satgas) Makan Bergizi Gratis (MBG) Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, meminta Badan Gizi Nasional (BGN) melakukan evaluasi terhadap porsi makanan dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Langkah tersebut dinilai penting untuk mencegah terjadinya food loss setelah viral video yang memperlihatkan sisa makanan MBG di MTsN 4 Bondowoso.

 

Emil mengatakan, peristiwa tersebut harus menjadi bahan evaluasi agar penyajian makanan dalam Program MBG semakin tepat sasaran. Menurutnya, keseimbangan antara jumlah porsi dan komposisi gizi perlu terus disempurnakan sehingga makanan yang disajikan dapat dihabiskan oleh para penerima manfaat. Dilansir dari antaranews.com, Kamis, (23/7/2026).

 

Berdasarkan klarifikasi yang diterimanya, sisa makanan dalam video viral tersebut bukan sengaja dibuang oleh para siswa. Makanan dikumpulkan untuk dimanfaatkan kembali sehingga tidak tercecer atau terbuang begitu saja.

 

“Sudah ada klarifikasi bahwa itu sebenarnya bukan dibuang, tetapi memang dikumpulkan sisa-sisa makanan. Kesannya dibuang, padahal sisa makanan dikumpulkan karena ingin dimanfaatkan supaya tidak terbuang secara acak, tapi dikumpulkan kemudian bisa diolah,” kata Emil kepada wartawan di Kantor DPD Partai Demokrat Jawa Timur, Surabaya, Rabu, (22/7/2026).

 

 

Ia menjelaskan, kejadian tersebut berada di wilayah layanan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Wonosari Tumpeng, Bondowoso, yang melayani sebanyak 2.386 penerima manfaat. Informasi awal yang diterimanya menyebutkan video direkam oleh pihak di luar guru maupun karyawan MTsN 4 Bondowoso.

 

Meski demikian, Emil menegaskan seluruh informasi masih perlu diverifikasi agar menjadi dasar evaluasi yang objektif. Menurutnya, proses verifikasi penting untuk mengetahui penyebab munculnya sisa makanan sekaligus merumuskan langkah perbaikan yang tepat.

 

“Tentu informasi ini harus kembali diverifikasi lagi. Tujuannya apa? Tujuannya untuk introspeksi dan pembenahan ke depan mengenai pemorsiannya,” ujarnya.

 

 

Emil menilai evaluasi porsi makanan tidak boleh mengurangi standar gizi yang telah ditetapkan. Justru, penyesuaian perlu dilakukan agar jumlah nasi, lauk, sayur, maupun komponen lainnya lebih proporsional dengan kebutuhan peserta didik.

 

“Sekarang sebenarnya keseimbangan gizi juga penting. Kebanyakan, tapi juga harus berbanding dengan lauk supaya proporsional. Nah, ini tentu bisa menjadi ruang pembenahan,” katanya.

 

Ia mengakui dari video yang beredar terlihat jumlah sisa makanan cukup signifikan. Kondisi tersebut menjadi pekerjaan rumah bagi BGN untuk memastikan Program MBG berjalan lebih efektif dan mampu menekan potensi pemborosan pangan.

 

“Kelihatannya jumlah sisa makanan cukup signifikan, ini menjadi PR bagi BGN untuk memastikan tidak terjadi food loss. Meskipun makanan sisa bisa diolah, idealnya kalau bisa lebih tepat porsi dan tepat saji lagi,” ucapnya.

 

Sebelumnya, video yang memperlihatkan sejumlah siswa menuangkan sisa makanan Program MBG ke sebuah gerobak di MTsN 4 Bondowoso viral di media sosial. Pihak sekolah kemudian memberikan klarifikasi bahwa makanan tersebut bukan dibuang, melainkan sisa makanan yang dikumpulkan untuk dimanfaatkan sebagai pakan ternak.

 

Kasus tersebut menjadi perhatian berbagai pihak karena Program Makan Bergizi Gratis merupakan salah satu program strategis nasional yang bertujuan meningkatkan kualitas gizi anak-anak Indonesia. Emil berharap evaluasi yang dilakukan BGN dapat menghasilkan penyempurnaan pelaksanaan program, sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara optimal sekaligus meminimalkan terjadinya sisa makanan. (ivan)