Pengelolaan Air Berkelanjutan Jadi Fokus Konferensi Sungai Indonesia 2026

pemerintahan | 26 Juli 2026 13:08

 

Fahmi mengungkapkan bahwa pengelolaan sumber daya air saat ini menghadapi berbagai tantangan yang semakin kompleks. Salah satunya adalah perubahan tata guna lahan di wilayah hulu yang menyebabkan meningkatnya lahan kritis. Kondisi tersebut mempercepat sedimentasi sehingga kapasitas tampungan waduk terus berkurang dari waktu ke waktu.

 

Selain itu, perubahan iklim juga memberikan dampak signifikan terhadap pola ketersediaan air. Pada musim hujan terjadi surplus air, sementara pada musim kemarau berpotensi terjadi defisit yang dapat memengaruhi berbagai sektor yang bergantung pada pasokan air.

 

Di sisi lain, pertumbuhan jumlah penduduk dan meningkatnya aktivitas ekonomi menyebabkan kebutuhan air terus mengalami peningkatan. Oleh sebab itu, diperlukan pengelolaan yang lebih terencana agar distribusi air untuk kebutuhan rumah tangga, pertanian, pelayanan publik, industri, pembangkit energi, hingga kebutuhan lingkungan dapat berlangsung secara seimbang.

 

Menurut Fahmi, tantangan lain yang masih dihadapi adalah rendahnya kesadaran sebagian masyarakat terhadap pentingnya menjaga kelestarian sumber daya air. Karena itu, penguatan perencanaan, dukungan pendanaan, koordinasi antarinstansi, serta implementasi regulasi dan pengawasan harus terus diperkuat agar pengelolaan air dapat berjalan secara terpadu.