Reses DPRD Jatim Suwandy Serap Aspirasi Pelatihan UMKM Warga Gedeg

pemerintahan | 26 Juli 2026 13:21

Reses DPRD Jatim Suwandy Serap Aspirasi Pelatihan UMKM Warga Gedeg
Anggota DPRD Jawa Timur Fraksi NasDem, Suwandy, berdialog dengan warga saat kegiatan reses di Gedung Sanggar Singo Putro Budoyo, Dusun Jeruk Seger, Desa Jeruk Seger, Kecamatan Gedeg, Kabupaten Mojokerto, Minggu, (26/7/2026). (dok jatimpos)

MOJOKERTO, PustakaJC.co – Anggota DPRD Jawa Timur Fraksi NasDem, Suwandy, menyerap berbagai aspirasi masyarakat dalam kegiatan reses yang digelar di Gedung Sanggar Singo Putro Budoyo, Dusun Jeruk Seger, Desa Jeruk Seger, Kecamatan Gedeg, Kabupaten Mojokerto, Minggu, (26/7/2026). Aspirasi yang paling banyak disampaikan warga berkaitan dengan pelatihan keterampilan dan pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), khususnya bagi kaum perempuan.

 

Salah seorang warga, Kafifa, berharap Pemerintah Provinsi Jawa Timur dapat menghadirkan program pelatihan kreativitas dan pengembangan UMKM di Kecamatan Gedeg. Menurutnya, pelatihan tersebut akan membantu meningkatkan kemampuan masyarakat sekaligus membuka peluang usaha baru yang dapat menambah pendapatan keluarga. Dilansir dari jatimpos.co, Minggu, (26/7/2026).

 

Menanggapi aspirasi tersebut, Suwandy mengatakan Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui sejumlah organisasi perangkat daerah telah memiliki berbagai program pelatihan yang bisa dimanfaatkan masyarakat. Program tersebut mencakup pelatihan rias pengantin, pembuatan aneka kue, hingga berbagai pelatihan yang mendukung pengembangan UMKM.

 

“Kalau pelatihan ini ada nanti program dari provinsi, termasuk pelatihan rias pengantin, pembuatan kue, kemudian pelatihan UMKM yang lainnya ada,” ujar Suwandy.

 

 

Anggota Komisi E DPRD Jatim itu menjelaskan, pelaksanaan pelatihan akan dilakukan secara bertahap dan bergilir agar setiap desa memperoleh kesempatan yang sama. Program tersebut nantinya disesuaikan dengan kesiapan desa serta kuota pelatihan yang tersedia dari pemerintah provinsi.

 

“Itu sudah saya tawarkan, tapi tidak banyak, jadi bertahap gantian masing-masing desa. Dan nanti kami ambilkan dari program-program yang di masing-masing BLK,” katanya.

 

Suwandy menambahkan, proses pengajuan pelatihan tidak memerlukan prosedur yang rumit. Pemerintah desa hanya perlu menyiapkan peserta yang berminat mengikuti pelatihan beserta lokasi pelaksanaannya. Setelah itu, usulan dapat diajukan agar masuk dalam program pelatihan yang tersedia.

 

“Tidak ada mekanisme yang rumit. Yang penting desa tersebut punya peserta, kemudian sanggup dan punya tempat, ya sudah kita ajukan. Gantian nanti, karena tidak semua desa itu siap untuk diberi pelatihan. Pelatihannya juga berlangsung selama satu bulan penuh,” jelasnya.

 

 

 

Menurut Suwandy, pelatihan yang berlangsung selama satu bulan itu tidak hanya bertujuan meningkatkan keterampilan masyarakat, tetapi juga diharapkan mampu melahirkan pelaku UMKM baru yang mandiri dan memiliki daya saing. Dengan bertambahnya jumlah pelaku usaha, roda perekonomian desa diharapkan semakin berkembang dan mampu menciptakan lapangan pekerjaan baru.

 

Selain isu pemberdayaan ekonomi, warga juga menyampaikan aspirasi terkait pengembangan kebudayaan daerah. Mereka berharap pemerintah memberikan perhatian terhadap pelestarian seni dan budaya lokal sebagai bagian dari identitas masyarakat Mojokerto.

 

Di sisi lain, masyarakat juga meminta adanya dukungan yang lebih besar terhadap pelaku UMKM, terutama dalam memperluas akses pemasaran produk agar mampu menjangkau pasar yang lebih luas. Menurut Suwandy, seluruh aspirasi yang disampaikan masyarakat akan menjadi bahan perjuangan di DPRD Jawa Timur untuk ditindaklanjuti bersama Pemerintah Provinsi Jawa Timur sesuai kewenangan yang dimiliki. (ivan)