Ia menilai kondisi sungai saat ini menghadapi berbagai tantangan, mulai dari pencemaran, penumpukan sampah, kerusakan lingkungan, hingga tekanan akibat aktivitas manusia yang tidak ramah lingkungan.
Khofifah menjelaskan, Jawa Timur memiliki sejumlah sungai strategis yang menopang kehidupan masyarakat, di antaranya Sungai Brantas beserta Kali Mas dan Kali Porong, Sungai Bengawan Solo bersama Kali Madiun, Sungai Sampean, Sungai Bondoyudo dan Bedadung, serta Sungai Rejoso dan Welang.
Menurutnya, peringatan Hari Sungai Nasional harus menjadi momentum memperkuat komitmen bersama untuk menjaga dan memulihkan kondisi sungai agar tetap menjadi sumber kehidupan bagi masyarakat.
Sebagai bentuk komitmen tersebut, Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus menjalankan berbagai program pelestarian sungai melalui kegiatan susur sungai, patroli sungai, serta perlindungan mata air.
Program-program tersebut bertujuan mengidentifikasi kondisi sungai, memperkuat pengawasan terhadap potensi pencemaran, sekaligus menjaga keberlanjutan sumber daya air di berbagai wilayah.