Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak mengatakan hasil kajian mikrozonasi kerentanan yang disusun Pusat Pengendalian Lumpur Sidoarjo (PPLS) pada 2021 menunjukkan kawasan tersebut memiliki potensi ambles yang sangat tinggi.
“Jawabannya ada kajian mengenai mikrozonasi kerentanan tahun 2021. Memang di daerah deformasi vertikal, artinya kemungkinan terjadi ambles sangat-sangat tinggi dan sangat berbahaya,” kata Emil, Minggu, (26/7/2026).
Menurut Emil, kondisi tersebut harus menjadi pertimbangan dalam pembangunan SRRL tahap pertama yang menghubungkan Surabaya dan Sidoarjo serta rencana pengembangannya hingga Malang.
Sebagai solusi, pemerintah mempertimbangkan menggeser jalur kereta dari titik 10D menuju Kecamatan Tulangan yang berjarak sekitar tiga hingga empat kilometer ke arah barat.
“Tapi dengan urgensi ini, sebanyaknya ini (titik 10D) digeser. Kepala BTP Kelas 1 Surabaya sudah punya gambaran jadi nanti dari Sidoarjo belok dulu ke Tulangan ke arah Barat,” ujarnya.