Emil menjelaskan, skema tersebut tetap mempertahankan akses layanan kereta bagi masyarakat yang selama ini mengandalkan Stasiun Tanggulangin dan Stasiun Porong.
“Jangan sampai warga yang biasanya mengandalkan Stasiun Tanggulangin sama Stasiun Porong, enggak bisa pakai lagi, kasihan. Nah ternyata setelah saya lihat dia geser sekitar 3-4 km ke arah Barat,” ungkapnya.
Ia menambahkan, sebagian proses pembebasan lahan sebenarnya telah dilakukan sebelum pandemi Covid-19. Namun proses tersebut sempat terhenti sehingga masih diperlukan pembebasan lahan pada sisa trase menuju Gunung Gangsir, Pasuruan.
“5 km sudah dibebaskan kalau enggak salah. Jadi, harapannya sisanya sekitar 10 km lagi bisa dibebaskan. Dari Tulangan itu langsung ke Gunung Gangsir,” jelas Emil.