Ia menjelaskan, pelaksanaan konstruksi juga disertai pengendalian mutu dan evaluasi lapangan sehingga hasil pekerjaan tidak hanya memenuhi target pembangunan, tetapi juga memberikan jaminan keamanan dan umur layanan yang panjang.
“Pelaksanaan konstruksi disertai pengendalian mutu dan evaluasi lapangan sehingga hasil pelebaran benar-benar aman, berkualitas, dan memiliki umur layanan yang baik,” katanya.
Mengenai target pelebaran yang pada tahap awal direncanakan sekitar 20 kilometer per tahun, Krisnamurti mengatakan Dinas PU Bina Marga telah menyiapkan sejumlah langkah agar pelaksanaannya dapat dipercepat apabila tersedia dukungan pembiayaan tambahan.
Menurutnya, percepatan dilakukan melalui optimalisasi APBD yang disusun berdasarkan skala prioritas serta mendorong dukungan pendanaan dari pemerintah pusat.
“Kami juga mengusulkan program kepada Kementerian PU, termasuk melalui skema Inpres Jalan Daerah (IJD) dengan prioritas akses menuju kawasan ketahanan pangan, serta menjajaki sumber pendanaan lain yang memungkinkan. Dengan kolaborasi tersebut diharapkan target penanganan dapat dipercepat tanpa mengurangi kualitas pekerjaan maupun pelayanan kepada masyarakat,” tegas Krisna.