Habitat Satwa Tetap Aman Meski 90 Hektare Hutan Jatim Terbakar

pemerintahan | 30 Juli 2026 18:44

 

Ia menjelaskan, kebakaran dipicu kombinasi cuaca panas, semak belukar yang mengering, serta embusan angin kencang sehingga api mudah menjalar. Selain faktor alam, aktivitas manusia juga diduga menjadi salah satu penyebab munculnya titik api.

 

Petugas bahkan menemukan jaring burung di salah satu lokasi kebakaran yang telah dipadamkan. Temuan tersebut mengindikasikan adanya aktivitas pencari burung di kawasan hutan yang berpotensi memicu kebakaran.

 

Karena itu, Dinas Kehutanan mengimbau masyarakat agar tidak melakukan aktivitas yang dapat menimbulkan api di kawasan hutan, termasuk membakar sampah, menyalakan api unggun, maupun membuang puntung rokok sembarangan, terutama selama musim kemarau.

 

Untuk memperkuat upaya pencegahan, Pemerintah Provinsi Jawa Timur melibatkan masyarakat sekitar kawasan hutan melalui berbagai program pemberdayaan. Menurut Jumadi, masyarakat yang memperoleh manfaat ekonomi dari kawasan hutan cenderung memiliki kepedulian lebih besar dalam menjaga kelestarian lingkungan.

 

Selain itu, Pemprov Jatim juga bekerja sama dengan sejumlah perguruan tinggi melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN). Mahasiswa ditempatkan di desa-desa penyangga kawasan konservasi guna memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga hutan dan mencegah kebakaran.