Jumadi menegaskan bahwa hingga saat ini habitat satwa liar di kawasan yang terdampak kebakaran masih dalam kondisi aman. Meski demikian, pemerintah tidak ingin lengah dan akan terus memperkuat langkah-langkah preventif agar kebakaran tidak meluas maupun mengancam ekosistem hutan.
“Habitat enggak terganggu. Enggak terganggu kalau hanya sekian, cuman kita tidak boleh berasumsi demikian. Tapi kita harus preventif terus untuk mengedukasi,” kata Jumadi.
Dinas Kehutanan Jawa Timur berharap kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, akademisi, dan berbagai pemangku kepentingan dapat memperkuat perlindungan kawasan hutan sehingga risiko kebakaran selama musim kemarau dapat ditekan semaksimal mungkin. (ivan)