Lima Tahun Berprestasi, Khofifah Terima Education Transformative Leadership Award

pemerintahan | 31 Juli 2026 18:29

Lima Tahun Berprestasi, Khofifah Terima Education Transformative Leadership Award
Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekdaprov Jatim Imam Hidayat menerima penghargaan The Education Transformative Leadership Award 2026 mewakili Gubernur Khofifah Indar Parawansa pada ajang Radar Surabaya Awards di Surabaya. (dok kominfo)

SURABAYA, PustakaJC.co – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menerima penghargaan The Education Transformative Leadership Award 2026 dalam ajang Radar Surabaya Awards sebagai bentuk apresiasi atas kepemimpinan transformasional di bidang pendidikan yang berhasil mengantarkan Jawa Timur menjadi provinsi dengan jumlah siswa terbanyak diterima di perguruan tinggi negeri (PTN) selama lima tahun berturut-turut secara nasional, Kamis, (30/7/2026).

 

Penghargaan tersebut diterima oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur, Imam Hidayat, yang mewakili Gubernur Khofifah dalam acara yang digelar di Surabaya. Dilansir dari kominfojatim.go.id, Jumat, (31/7/2026).

 

Keberhasilan Jawa Timur mempertahankan capaian tersebut dinilai menjadi bukti konsistensi Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam meningkatkan kualitas pendidikan, memperluas akses pendidikan tinggi, serta memperkuat daya saing sumber daya manusia.

 

Pada malam penghargaan yang sama, Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Timur turut menerima penghargaan sebagai instansi yang dinilai konsisten mendistribusikan informasi aktual dan terpercaya kepada masyarakat.

 

Mewakili Gubernur Khofifah, Imam Hidayat mengatakan perkembangan teknologi digital membawa perubahan besar dalam kehidupan masyarakat. Arus informasi yang semakin cepat memberikan kemudahan dalam memperoleh ilmu pengetahuan, keterampilan, maupun berbagai informasi, namun juga menghadirkan tantangan berupa maraknya informasi yang belum tentu benar.

 

“Di era banjir informasi saat ini, apa pun dapat diakses dan diunduh oleh masyarakat. Mulai dari ilmu pengetahuan, keterampilan, hingga berbagai informasi yang ingin diketahui. Kemudahan ini tentu menjadi peluang besar, namun di saat yang sama juga menghadirkan tantangan agar masyarakat semakin bijak dalam memilih informasi yang benar dan berkualitas,” ujar Imam.