SURABAYA, PustakaJC.co – Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas mengunjungi Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Timur untuk memantau pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 (SE2026). Hingga akhir Juli 2026, progres pendataan di Jawa Timur telah melampaui 73 persen.
Kunjungan Menteri PPN/Kepala Bappenas ke BPS Jawa Timur menjadi bagian dari pemantauan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 yang saat ini masih berlangsung di seluruh Indonesia. Jawa Timur menjadi salah satu provinsi dengan capaian pendataan yang terus menunjukkan perkembangan signifikan. Dilansir dari kominfojatim.go.id, Sabtu, (1/8/2026).
Berdasarkan data BPS Jawa Timur, lebih dari 73 persen target pendataan telah berhasil diselesaikan. Capaian tersebut merupakan hasil kerja ribuan petugas sensus yang setiap hari turun langsung ke lapangan untuk melakukan pencacahan terhadap berbagai pelaku usaha dan aktivitas ekonomi.
Dalam pelaksanaannya, petugas menyusuri berbagai wilayah, mulai dari gang-gang permukiman, kawasan industri, pasar tradisional, pusat perbelanjaan, hingga desa-desa terpencil. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh kegiatan ekonomi masyarakat dapat tercatat secara lengkap dan akurat.
Statistisi BPS Jawa Timur, Peni Meivita, mengatakan data yang dihimpun melalui SE2026 memiliki peran penting dalam menggambarkan kondisi perekonomian Indonesia saat ini. Menurutnya, hasil pendataan tidak hanya menjadi kumpulan angka statistik, tetapi juga menjadi dasar penyusunan berbagai kebijakan pembangunan yang lebih tepat sasaran pada masa mendatang.
“BPS mengapresiasi dan berterima kasih kepada seluruh petugas lapangan, mitra statistik, pemerintah daerah, pelaku usaha, dan masyarakat Jawa Timur yang telah mendukung pelaksanaan SE2026,” ujar Peni Meivita, Jumat, (31/7/2026).
Ia menambahkan, Sensus Ekonomi 2026 mengusung tagline “Mencatat Ekonomi Indonesia” sebagai bentuk komitmen menghadirkan data ekonomi yang akurat, mutakhir, dan dapat dipertanggungjawabkan.
“Sensus Ekonomi 2026 mengusung tagline ‘Mencatat Ekonomi Indonesia’, dengan harapan setiap data yang dicatat hari ini menjadi fondasi pembangunan Indonesia esok,” tutur Peni.
Melalui pelaksanaan SE2026, pemerintah berharap dapat memperoleh gambaran menyeluruh mengenai perkembangan sektor ekonomi nasional. Data yang dihasilkan nantinya akan dimanfaatkan sebagai landasan dalam menyusun perencanaan, evaluasi, serta kebijakan pembangunan ekonomi di tingkat nasional maupun daerah, sehingga program yang dijalankan dapat lebih efektif dan sesuai dengan kondisi riil di lapangan. (ivan)