PASURUAN, PustakaJC.co - Gabungan Koperasi Susu Indonesia (GKSI) Jawa Timur menyambut positif rekomendasi Badan Gizi Nasional (BGN) terkait penggunaan minimal 80 persen kandungan susu segar lokal dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG). GKSI Jatim menilai syarat tersebut menjadi angin segar untuk meningkatkan serapan susu dari peternak lokal sekaligus mewujudkan kedaulatan gizi nasional.
Sekretaris GKSI Jawa Timur, Evi Zainal Abidin, menyatakan bahwa kepastian regulasi ini berlaku untuk berbagai jenis produk susu, mulai dari pasteurisasi, Ultra High Temperature (UHT), hingga steril full cream plain. Menurutnya, kebijakan ini tidak hanya memicu perbaikan harga beli di tingkat hulu, tetapi juga memberi kepastian margin keuntungan bagi para peternak. Dilansir dari kompas.com, Sabtu, (12/9/2026).
"Sehebat apa pun dorongan pemerintah, jika margin di hulu sangat kecil dan tidak meninggalkan apa pun bagi peternak, maka sulit swasembada terwujud. Kebijakan ini kami meyakini akan menggerakkan peminatan peternakan secara masif," ujar Evi, Kamis, (10/9/2026).