Menanggapi potensi lonjakan permintaan tersebut, GKSI Jatim telah menyiapkan langkah konkret untuk menjaga pasokan pasokan pasokan harian. Salah satu strategi utamanya adalah mengimpor sekitar 1.200 ekor sapi perah yang nantinya didistribusikan kepada peternak anggota koperasi di wilayah Jawa Timur.
Lebih lanjut, Evi menegaskan pentingnya memandang program MBG berbasis susu segar dalam kerangka kedaulatan gizi, bukan sekadar isu daya beli masyarakat.
Penanganan masalah gizi buruk seperti stunting harus ditopang oleh regulasi yang kuat dan konsisten agar mampu mencetak generasi yang sehat dan berdaya saing tinggi di masa depan. (ivan)