Penuhi Kuota Susu Segar MBG, GKSI Jatim Bakal Impor 1.200 Sapi Perah

pemerintahan | 12 September 2026 18:12

Penuhi Kuota Susu Segar MBG, GKSI Jatim Bakal Impor 1.200 Sapi Perah
Proses pemerasan susu. (dok kompas)

PASURUAN, PustakaJC.co -  Gabungan Koperasi Susu Indonesia (GKSI) Jawa Timur menyambut positif rekomendasi Badan Gizi Nasional (BGN) terkait penggunaan minimal 80 persen kandungan susu segar lokal dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG). GKSI Jatim menilai syarat tersebut menjadi angin segar untuk meningkatkan serapan susu dari peternak lokal sekaligus mewujudkan kedaulatan gizi nasional.

 

Sekretaris GKSI Jawa Timur, Evi Zainal Abidin, menyatakan bahwa kepastian regulasi ini berlaku untuk berbagai jenis produk susu, mulai dari pasteurisasi, Ultra High Temperature (UHT), hingga steril full cream plain. Menurutnya, kebijakan ini tidak hanya memicu perbaikan harga beli di tingkat hulu, tetapi juga memberi kepastian margin keuntungan bagi para peternak. Dilansir dari kompas.com, Sabtu, (12/9/2026).

 

"Sehebat apa pun dorongan pemerintah, jika margin di hulu sangat kecil dan tidak meninggalkan apa pun bagi peternak, maka sulit swasembada terwujud. Kebijakan ini kami meyakini akan menggerakkan peminatan peternakan secara masif," ujar Evi, Kamis, (10/9/2026).

 

 

Menanggapi potensi lonjakan permintaan tersebut, GKSI Jatim telah menyiapkan langkah konkret untuk menjaga pasokan pasokan pasokan harian. Salah satu strategi utamanya adalah mengimpor sekitar 1.200 ekor sapi perah yang nantinya didistribusikan kepada peternak anggota koperasi di wilayah Jawa Timur.

 

Lebih lanjut, Evi menegaskan pentingnya memandang program MBG berbasis susu segar dalam kerangka kedaulatan gizi, bukan sekadar isu daya beli masyarakat.

 

Penanganan masalah gizi buruk seperti stunting harus ditopang oleh regulasi yang kuat dan konsisten agar mampu mencetak generasi yang sehat dan berdaya saing tinggi di masa depan. (ivan)