SURABAYA, PustakaJC.co – Di tengah upaya memperkuat daya tahan ekonomi daerah, Pemerintah Kota Surabaya kembali mengandalkan Surabaya Great Expo (SGE) 2026 sebagai motor penggerak sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Tidak hanya menjadi ajang promosi produk, pameran yang berlangsung pada 5–9 Agustus 2026 di Grand City Exhibition Hall Surabaya ini diproyeksikan mampu memperbesar transaksi bisnis, mempertemukan investor dengan pelaku usaha, serta memperluas akses pasar bagi produk lokal.
Mengusung tema "Surabaya Business Meet Up!", Surabaya Great Expo 2026 merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Ratusan peserta dari berbagai sektor ikut ambil bagian, mulai dari organisasi perangkat daerah (OPD), BUMN, BUMD, pelaku UMKM, industri kreatif, otomotif, kesehatan, kuliner, fesyen, hingga berbagai produk unggulan dari sejumlah daerah di Indonesia.
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan penyelenggaraan Surabaya Great Expo telah memberikan dampak nyata terhadap pertumbuhan ekonomi Kota Pahlawan. Berdasarkan evaluasi penyelenggaraan sejak 2024, total nilai transaksi yang tercipta telah melampaui Rp30 miliar, dengan rata-rata transaksi Rp7 miliar hingga Rp9 miliar setiap penyelenggaraan.
"Surabaya Great Expo membuktikan bahwa ketika UMKM diberi ruang promosi yang baik, transaksi ekonomi akan tumbuh. Karena itu saya berharap kegiatan seperti ini bisa lebih sering dilaksanakan," ujar Eri.

Ia bahkan mendorong agar pameran serupa dapat digelar secara berkala, tidak hanya menjadi agenda tahunan. Menurutnya, keberadaan ruang promosi yang konsisten akan memperkuat pemasaran produk UMKM sekaligus meningkatkan daya saing pelaku usaha lokal.
Eri menegaskan, pemerintah memiliki peran sebagai fasilitator yang membuka akses pasar dan mempermudah legalitas usaha. Pemkot Surabaya, kata dia, telah memfasilitasi sekitar 370 pelaku UMKM, termasuk penyediaan sekitar 450 layanan legalitas usaha berupa Nomor Induk Berusaha (NIB), sertifikat halal, hingga pendaftaran merek dagang.
"Pemerintah tugasnya memfasilitasi. Kalau fasilitasi berjalan, maka ekonomi akan bergerak dengan sendirinya," tegasnya.
Selain aspek ekonomi, Eri juga memberikan perhatian terhadap pengembangan industri kreatif. Ia mengapresiasi keterlibatan Rumah Anak Prestasi Surabaya dalam Fashion Show Dekranasda yang menjadi salah satu agenda Surabaya Great Expo 2026. Menurutnya, kolaborasi antara desainer profesional dan anak-anak berbakat merupakan investasi jangka panjang bagi lahirnya talenta kreatif baru di Kota Surabaya.
Sementara itu, Direktur Utama PT Dayapromo Mitra Tama, M. Dadan Kushendratman, mengatakan Surabaya Great Expo 2026 dirancang sebagai ruang kolaborasi yang mempertemukan pemerintah, dunia usaha, investor, komunitas, dan masyarakat dalam satu ekosistem yang saling menguatkan.
"Melalui tema Surabaya Business Meet Up!, kami ingin menghadirkan ruang yang tidak hanya mempertemukan pelaku usaha dengan konsumen, tetapi juga membuka peluang investasi, memperluas jejaring bisnis, dan mendekatkan berbagai layanan publik kepada masyarakat," ujarnya.
Menurut Dadan, pameran tahun ini menghadirkan berbagai sektor unggulan, mulai dari produk UMKM, industri kreatif, otomotif, kesehatan, kecantikan, makanan dan minuman, hingga pelayanan publik dari berbagai instansi pemerintah. Pengunjung juga dapat mengakses layanan penerbitan Nomor Induk Berusaha (NIB), fasilitasi sertifikasi halal, layanan BPOM, serta konsultasi pengembangan usaha.
Berbagai kegiatan pendukung turut disiapkan untuk menarik minat masyarakat, antara lain Fashion Show Dekranasda Kota Surabaya, Lomba Kreasi Sambal Sentra Wisata Kuliner (SWK), Creative Poster Design Competition, MLBB Competition, Zumba Party, penampilan musik bersama DJ Bernard, hingga beragam hiburan keluarga.
Sebagai pusat perdagangan dan jasa terbesar di Jawa Timur, Surabaya dinilai memiliki posisi strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi kawasan. Karena itu, Surabaya Great Expo diharapkan tidak hanya meningkatkan transaksi selama pameran berlangsung, tetapi juga membuka kerja sama bisnis baru, memperkuat investasi, serta memperluas pasar produk lokal hingga tingkat nasional bahkan internasional.
Sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat melalui Surabaya Great Expo 2026 menjadi salah satu langkah nyata dalam membangun ekonomi daerah yang inklusif. Dengan semakin luasnya akses promosi, legalitas usaha, dan jejaring bisnis, pelaku UMKM diharapkan mampu naik kelas dan menjadi tulang punggung pertumbuhan ekonomi Surabaya di masa mendatang. (int)