Menurut Zulkifli, pemerintah tidak hanya mendorong pembangunan PSEL, tetapi juga pemanfaatan teknologi pirolisis agar semakin banyak sampah yang dapat diolah menjadi energi.
Teknologi pirolisis memiliki potensi dalam mengolah sampah yang telah menumpuk di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) menjadi bahan bakar terbarukan yang setara dengan solar.
Zulkifli menyebut, apabila teknologi tersebut diterapkan secara luas, pirolisis berpotensi menangani sekitar 20 persen persoalan sampah nasional.
Dalam penerapannya, sejumlah instansi dan pemerintah daerah turut terlibat. Salah satunya melalui kolaborasi Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) dengan pemerintah daerah.
Kolaborasi tersebut antara lain mendukung percepatan Proyek Strategis Nasional PSEL Bogor Raya 1 serta pengembangan proyek percontohan teknologi pirolisis di lima lokasi.