Teknologi Pirolisis Jadi Solusi Baru Pengolahan Sampah Nasional

pemerintahan | 10 Agustus 2026 07:32

Teknologi Pirolisis Jadi Solusi Baru Pengolahan Sampah Nasional
Ilustrasi tumpukan sampah di sebuah Tempat Penampungan Sementara (TPS) sebelum diolah menggunakan teknologi pengelolaan sampah. (dok surabayapagi)

SURABAYA, PustakaJC.co – Pemerintah mendorong percepatan pengelolaan sampah nasional melalui pemanfaatan teknologi pirolisis. Teknologi ini dinilai dapat mengolah sampah menjadi bahan bakar terbarukan sekaligus melengkapi pembangunan Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL).

 

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengatakan persoalan sampah tidak lagi dapat ditangani dengan cara biasa. Menurutnya, diperlukan percepatan melalui intervensi teknologi agar pengelolaan sampah dapat dilakukan secara lebih optimal. Dilansir dari surabayapagi.com, Senin, (10/8/2026).

 

“Persoalan sampah tidak bisa lagi ditangani dengan cara biasa. Kita membutuhkan percepatan melalui intervensi teknologi,” kata Zulkifli.

 

 

 

Menurut Zulkifli, pemerintah tidak hanya mendorong pembangunan PSEL, tetapi juga pemanfaatan teknologi pirolisis agar semakin banyak sampah yang dapat diolah menjadi energi.

 

Teknologi pirolisis memiliki potensi dalam mengolah sampah yang telah menumpuk di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) menjadi bahan bakar terbarukan yang setara dengan solar.

 

Zulkifli menyebut, apabila teknologi tersebut diterapkan secara luas, pirolisis berpotensi menangani sekitar 20 persen persoalan sampah nasional.

 

Dalam penerapannya, sejumlah instansi dan pemerintah daerah turut terlibat. Salah satunya melalui kolaborasi Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) dengan pemerintah daerah.

 

Kolaborasi tersebut antara lain mendukung percepatan Proyek Strategis Nasional PSEL Bogor Raya 1 serta pengembangan proyek percontohan teknologi pirolisis di lima lokasi.

 

 

Kelima lokasi tersebut meliputi Kota Bogor, Kabupaten Bogor, Kota Semarang, Kota Bekasi, dan DKI Jakarta.

 

Dari sisi investasi, harga mesin pirolisis untuk pengolahan sampah, termasuk konversi sampah plastik menjadi bahan bakar minyak, bervariasi tergantung kapasitas dan skala alat.

 

Investasi mesin pirolisis disebut berkisar Rp50 juta hingga Rp196 juta. Semakin besar kapasitas dan skala pengolahan, semakin tinggi pula nilai investasi yang diperlukan.

 

Pemerintah berharap pemanfaatan teknologi pirolisis dapat menjadi salah satu solusi untuk mengurangi timbunan sampah di berbagai daerah. Selain membantu mengatasi persoalan lingkungan, teknologi tersebut juga berpotensi menghasilkan sumber energi alternatif dari sampah.

 

Dengan pengembangan teknologi tersebut, pengelolaan sampah diharapkan tidak hanya berorientasi pada pengurangan timbunan, tetapi juga dapat memberikan nilai tambah melalui pemanfaatan sampah sebagai sumber energi. (ivan)