Menurut Adhy, dua helikopter Airbus yang sebelumnya berada di Lanud Abdulrachman Saleh kini ditempatkan di kawasan Ranu Pani. Penempatan tersebut dilakukan agar proses pengisian bahan bakar lebih cepat sehingga frekuensi water bombing dapat ditingkatkan.
“Sehingga ini akan mempercepat dan meningkatkan frekuensi water bombing itu. Yang tadinya harus ke Abdulrachman Saleh, ketika ada cuaca kurang bagus tidak bisa terbang, sekarang tidak ada kendala itu,” ujarnya.
Adhy mengatakan, operasi water bombing akan terus dilakukan selama kondisi di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru memungkinkan. Pemadaman dari udara akan dilakukan terutama apabila masih ditemukan kepulan asap maupun titik api.
Selain menggunakan helikopter, penanganan kebakaran juga diperkuat dari darat. Pemprov Jatim mengerahkan armada pemadam kebakaran dari sejumlah daerah, di antaranya Surabaya, Probolinggo, dan Pasuruan.
“Untuk water bombing, walaupun tidak ada api pun, kita lakukan pembasahan supaya tidak terjadi lagi pemicu kebakaran,” jelasnya.