Pemprov Jatim Bekali Siswa Sekolah Rakyat Gresik Hadapi Situasi Darurat

pemerintahan | 11 Agustus 2026 19:08

Pemprov Jatim Bekali Siswa Sekolah Rakyat Gresik Hadapi Situasi Darurat
Pemprov Jatim Gelar Edukasi Kebencanaan dan Pencegahan Bullying bagi Siswa Sekolah Rakyat Gresik. (dok kominfo)

GRESIK, PustakaJC.co – Pemerintah Provinsi Jawa Timur membekali 405 siswa Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 1 Kabupaten Gresik dengan edukasi kesiapsiagaan menghadapi situasi darurat. Kegiatan tersebut mencakup edukasi kebencanaan, simulasi evakuasi, pemadaman kebakaran, hingga pencegahan bullying, Senin, (10/8/2026).

 

Kegiatan yang digelar di SRT 1 Kabupaten Gresik itu melibatkan Dinas Sosial Jatim, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jatim, serta Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur. Dilansir dari kominfojatim.go.id, Selasa, (11/8/2026).

 

Edukasi tersebut menjadi bagian dari dukungan terhadap Program Strategis Nasional Sekolah Rakyat sebagaimana diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 120 Tahun 2025 tentang Penyelenggaraan Sekolah Rakyat.

 

 

 

Rangkaian kegiatan tidak hanya memberikan pemahaman mengenai kebencanaan, tetapi juga melibatkan peserta didik secara langsung dalam berbagai simulasi. Para siswa mendapatkan materi kesiapsiagaan bencana, pertolongan pertama, evakuasi saat gempa bumi, hingga praktik pemadaman kebakaran.

 

Wakil Kepala Sekolah SRT 1 Gresik, Lily Sajidah Bestari, menyampaikan apresiasi atas kolaborasi yang dilakukan Tim BPBD Jatim, Dinas Sosial Jatim, serta Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Jatim.

 

Menurutnya, edukasi kebencanaan penting diberikan kepada siswa dan guru karena lingkungan SRT 1 Gresik berada di wilayah yang memiliki potensi bencana, khususnya gempa bumi dan kebakaran.

 

“Dengan simulasi yang diajarkan kepada siswa dan para guru tadi, insya Allah akan menjadi pembelajaran yang baik bagi kesiapsiagaan bencana di sekolah ini,” ujarnya.

 

 

Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Jatim, Deni Kiki Melia Tamara, mengatakan kegiatan edukasi kebencanaan di SRT 1 Gresik merupakan pelaksanaan kedua setelah sebelumnya digelar di SRT Kota Pasuruan pada awal Agustus 2026.

 

Menurutnya, pemahaman mengenai potensi bencana perlu ditanamkan sejak dini agar siswa maupun guru mengetahui langkah yang harus dilakukan ketika menghadapi kondisi darurat.

 

“ Dengan berbagai materi yang telah diberikan, mulai dari PPGD hingga simulasi evakuasi gempa bumi dan pemadaman api, kami berharap segenap siswa maupun guru di sekolah rakyat ini bisa semakin paham akan potensi bencana, sehingga mampu mengurangi risiko bencana yang ada,” katanya.

 

Dalam kegiatan tersebut, BPBD Jatim memberikan edukasi mengenai penanggulangan bencana yang dilanjutkan dengan simulasi pertolongan dan evakuasi ketika terjadi gempa bumi.

 

 

 

Peserta didik juga mengikuti praktik pemadaman kebakaran. Melalui simulasi tersebut, siswa diajak mengenali langkah-langkah yang harus dilakukan ketika menghadapi situasi darurat sekaligus memahami pentingnya tetap tenang dan mengikuti prosedur keselamatan.

 

Penguatan kesiapsiagaan tersebut menjadi bagian dari penerapan Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB). Program ini diarahkan untuk meningkatkan kemampuan warga sekolah dalam menghadapi ancaman bencana alam maupun nonalam.

 

Selain edukasi kebencanaan, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Jatim turut memberikan penguatan minat baca kepada para siswa melalui Mobil Perpustakaan Keliling (MPK).

 

Para peserta didik mengikuti dongeng bertema kebencanaan. Mereka juga mendapatkan pengenalan mengenai penyelamatan dan perlindungan arsip dari risiko kerusakan akibat bencana melalui Tandu Arkib.

 

Sementara itu, Dinas Sosial Jatim memberikan Layanan Dukungan Psikososial (LDP) kepada para siswa. Materi tersebut juga disertai edukasi mengenai pencegahan bullying di lingkungan sekolah.

 

 

Kolaborasi tiga perangkat daerah Pemprov Jatim tersebut diharapkan tidak hanya meningkatkan kesiapsiagaan siswa dan guru dalam menghadapi bencana, tetapi juga menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, peduli, dan nyaman.

 

Melalui kegiatan ini, peserta didik diharapkan memiliki pengetahuan dan keterampilan dasar dalam menghadapi bencana, meningkatkan kepedulian terhadap sesama, menumbuhkan minat baca, serta ikut menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan bebas dari bullying. (ivan)