SURABAYA, PustakaJC.co – Pemerintah Provinsi Jawa Timur menggratiskan layanan Trans Jatim pada 17 Agustus 2026. Kebijakan tersebut diberikan sebagai bentuk kado bagi masyarakat dalam memperingati Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengatakan layanan gratis berlaku selama satu hari di seluruh koridor Trans Jatim wilayah Gerbangkertasusila dan Malang Raya. Dilansir dari antaranews.com, Sabtu, (15/8/2028).
“Ini menjadi kado Kemerdekaan untuk masyarakat Jawa Timur. Khusus 17 Agustus, silakan manfaatkan Trans Jatim secara gratis di seluruh koridor Gerbangkertasusila dan Malang Raya, kecuali Trans Jatim Luxury,” kata Khofifah di Surabaya, Sabtu, (15/8/2026).
Khofifah menjelaskan kebijakan tersebut merupakan bentuk apresiasi Pemerintah Provinsi Jawa Timur sekaligus upaya mendorong masyarakat untuk semakin memanfaatkan transportasi publik.
Menurutnya, kemerdekaan tidak hanya dimaknai dengan mengenang perjuangan para pahlawan, tetapi juga diwujudkan melalui pelayanan yang memberikan manfaat secara langsung bagi masyarakat.
“Kemerdekaan harus bisa kita rasakan dalam kehidupan sehari-hari. Salah satunya melalui kemudahan masyarakat untuk bergerak, menjangkau berbagai aktivitas dan terhubung satu sama lain,” ujarnya.
Ia mengatakan transportasi publik memiliki fungsi yang lebih luas daripada sekadar mengantarkan penumpang dari satu tempat ke tempat lain. Transportasi publik menjadi akses masyarakat menuju tempat kerja, sekolah, perguruan tinggi, pusat pelayanan publik, pusat perekonomian hingga berbagai ruang sosial.
Karena itu, Pemprov Jatim terus memperkuat keberadaan Trans Jatim agar menjadi pilihan mobilitas masyarakat yang aman, nyaman, terjangkau dan terintegrasi.
“Di setiap perjalanan ada aktivitas ekonomi, pendidikan, pekerjaan dan perjumpaan antarmasyarakat. Maka ketika akses mobilitas semakin mudah, sesungguhnya kita juga sedang membuka semakin banyak peluang bagi masyarakat,” katanya.
Khofifah berharap program tersebut dapat dimanfaatkan masyarakat yang belum pernah menggunakan Trans Jatim untuk mencoba layanan transportasi publik milik Pemprov Jatim.
“Mungkin ada masyarakat yang selama ini belum pernah naik Trans Jatim. Pada 17 Agustus nanti, silakan mencoba. Mari kita rasakan bersama bahwa transportasi publik bisa menjadi pilihan mobilitas yang nyaman dan terjangkau,” tuturnya.
Menurut Khofifah, pengembangan transportasi publik juga menjadi bagian dari upaya membangun sistem mobilitas yang lebih berkelanjutan.
Peningkatan penggunaan transportasi umum dinilai dapat mendukung efisiensi mobilitas sekaligus mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap kendaraan pribadi, kepadatan lalu lintas dan emisi.
“Mari kita jadikan transportasi publik sebagai bagian dari gaya hidup mobilitas yang lebih aman, nyaman, efisien dan berkelanjutan. Transportasi publik adalah fasilitas bersama, maka mari kita manfaatkan sekaligus kita jaga bersama-sama,” ujarnya.
Ia menyebut semangat “Merdeka untuk Bergerak, Merdeka untuk Terhubung” sejalan dengan upaya Pemprov Jatim memperkuat konektivitas antarkawasan.
Trans Jatim diharapkan tidak hanya menjadi pilihan transportasi masyarakat, tetapi juga menjadi penghubung berbagai aktivitas sosial dan ekonomi antardaerah.
“Ketika konektivitas semakin baik, akses masyarakat terhadap pendidikan, pekerjaan maupun pusat-pusat ekonomi juga semakin terbuka. Inilah salah satu bentuk bagaimana pembangunan transportasi publik memberikan dampak terhadap produktivitas dan kesejahteraan masyarakat,” kata Khofifah.
Khofifah mengajak masyarakat menjadikan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI sebagai momentum memperkuat kebersamaan dan optimisme dalam membangun Indonesia, khususnya Jawa Timur.
“Merdeka untuk Bergerak, Merdeka untuk Terhubung. Jawa Timur untuk Semua. Dirgahayu Ke-81 Republik Indonesia. Semoga Indonesia semakin maju, berdaulat dan sejahtera,” ujarnya. (ivan)