Khofifah Ajak Perkuat Mata Rantai Keilmuan Ulama Lewat Turots

pemerintahan | 27 Agustus 2026 18:41

 

Upaya tersebut kemudian dikembangkan melalui kerja sama dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia di Riyadh. Khofifah menyebut pameran karya ulama Nusantara di Arab Saudi mendapat respons positif dari diplomat, pemerintah, dan kalangan akademisi setempat.

 

“Mereka kemudian mengenali pikiran dan kedalaman keilmuan ulama-ulama kita. Oleh karenanya, kita harus menguatkan format kemitraan kita tidak hanya dengan ulama yang punya karya-karya di Jawa Timur tapi ulama Nusantara,” ujarnya.

 

Khofifah menilai penguatan khazanah turots sangat relevan dengan pelaksanaan Muktamar Ke-35 NU di Jombang. Menurutnya, penerbitan, digitalisasi, preservasi, dan kajian karya ulama Nusantara dapat memperkaya referensi keilmuan Islam sekaligus memperkuat kontribusi Indonesia dalam percaturan intelektual dunia.

 

“Saya rasa ini seiring Muktamar ke-35 NU yang diikuti penggalian keilmuan para ulama kita lewat diterbitkannya turots ini,” katanya.

 

Pada kesempatan tersebut, Khofifah menyerahkan dua kompilasi karya ulama Jawa Timur, yakni Majm”ah al-Muannaft as-Smiyah li Ba” Ulam’ Jawa asy-Syarqiyyah dan Majma al-Anwr min Ras’il al-Akhyr. Kedua karya tersebut merupakan hasil kolaborasi Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur dengan Nahdlatut Turots.

 

Khofifah juga menyampaikan bahwa Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya telah memiliki program studi tingkat magister yang berkaitan dengan turots. Kehadiran program tersebut dinilai menjadi langkah penting dalam membangun ekosistem akademik untuk mengkaji, merawat, dan mengembangkan warisan intelektual ulama Nusantara.