Khofifah Ajak Perkuat Mata Rantai Keilmuan Ulama Lewat Turots

pemerintahan | 27 Agustus 2026 18:41

 

 

Sementara itu, Wakil Rais Aam PBNU K.H. Afifuddin Muhajir mengatakan kebangkitan ulama tidak dapat dipisahkan dari kebangkitan turots sebagai warisan keilmuan yang diwariskan dari generasi terdahulu kepada generasi penerus.

 

“Tidak akan ada kebangkitan ulama kalau tidak ada kebangkitan turots,” kata Afifuddin.

 

Menurut dia, kitab-kitab turots tidak hanya memuat ilmu agama, tetapi juga menjadi sumber dan perangkat keilmuan untuk memahami agama secara mendalam.

 

Ia menambahkan pesantren memiliki peran strategis dalam memadukan tradisi kesalafan dengan kemodernan. Hal tersebut tidak dapat diwujudkan tanpa memberikan perhatian terhadap kitab-kitab turots sebagai fondasi tradisi keilmuan pesantren.

 

“Pesantren ini menjadi memadukan kesalafan dan kemodernan. Unsur itu tidak mungkin terwujud tanpa memperhatikan kitab turots ini,” ujarnya.

 

Afifuddin berharap pengembangan khazanah keilmuan ulama terdahulu dapat terus dilestarikan dengan melibatkan seluruh pihak yang memiliki perhatian terhadap turots. (ivan)