JAKARTA, PustakaJC.co - Pemerintah mendorong peningkatan penyerapan telur ayam ras untuk menjaga harga di tingkat peternak agar tidak terus mengalami penurunan. Langkah tersebut diharapkan dapat mendorong harga telur kembali mendekati harga acuan sebesar Rp30 ribu per kilogram.
Menteri Perdagangan Budi Santoso mengatakan, rata-rata harga telur ayam ras secara nasional per 26 Agustus 2026 masih berada di kisaran Rp26 ribu per kilogram. Dilansir dari suarasurabaya.net, Jumat, (28/9/2026).
Angka tersebut masih berada di bawah Harga Acuan Penjualan (HAP) di tingkat konsumen yang ditetapkan sebesar Rp30 ribu per kilogram.
“Sekarang yang jadi PR (pekerjaan rumah) itu telur, telur masih Rp26 ribu. Jadi nanti bagaimana penyerapannya lebih bagus sehingga harga ideal terbentuk dan peternak telur tetap jalan,” kata Budi di Jakarta, Kamis (27/8/2026).
Menurut Budi, penetapan HAP telah memperhitungkan biaya produksi serta berbagai komponen lainnya. Harga tersebut diharapkan dapat menjaga keberlangsungan usaha peternak sekaligus tetap memberikan harga yang wajar bagi konsumen.
“Harga itu sudah dihitung biaya produksinya berapa, kemudian biaya yang lainnya dengan dengan ketentuan atau dengan kesepakatan itu produsen tidak akan rugi, artinya bisa jalan dan konsumen juga tidak dikenakan yang tinggi,” ujarnya.
Budi menilai harga telur yang terlalu rendah dalam waktu lama dapat memberikan tekanan terhadap peternak. Pasalnya, peternak tetap harus menanggung biaya pakan dan berbagai kebutuhan produksi lainnya.
Karena itu, pemerintah akan mendorong peningkatan penyerapan telur ayam ras agar harga di tingkat peternak dapat kembali mendekati level ideal, yakni sekitar Rp30 ribu per kilogram.
Budi juga menegaskan mekanisme penyerapan telur harus tetap mengacu pada harga yang telah ditetapkan pemerintah. Pembeli tidak diperbolehkan menekan harga di tingkat peternak hingga berada di bawah ketentuan.
Pemerintah berharap penguatan penyerapan dapat membantu menjaga keseimbangan harga telur, sehingga peternak tetap dapat menjalankan usahanya dan konsumen memperoleh harga yang tetap terjangkau. (ivan)