SUMENEP, PustakaJC.co – Pemerintah Provinsi Jawa Timur memperluas jangkauan pelayanan kesehatan bagi masyarakat kepulauan melalui Layanan Kesehatan Bergerak Tahap III di Pulau Kangean, Kabupaten Sumenep. Kegiatan pelayanan kesehatan tersebut berlangsung mulai 29 Agustus hingga 1 September 2026.
Sebanyak 74 peserta lintas instansi diterjunkan dalam kegiatan tersebut. Tim terdiri dari tenaga medis dan perwakilan RSMM Jatim, RSUD dr Soetomo, RSUD M. Noer Pamekasan, Dinas Kesehatan Jatim, Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Airlangga (FKG Unair), Kesdam V/Brawijaya, Bappeda Jatim, Dinas Komunikasi dan Informatika Jatim, BMKG, serta Dinas Kesehatan Kabupaten Sumenep. Dilansir dari koninfojatim.go.id, Senin, (31/8/2026).
Beragam layanan diberikan kepada masyarakat, mulai dari screening, pemeriksaan kesehatan, tindakan medis hingga penyuluhan. Pelayanan dilaksanakan secara tersebar di tiga kecamatan di Pulau Kangean, yakni Kecamatan Arjasa, Kangayan dan Sapeken. Selain itu, pelayanan juga dipusatkan di RSUD Abuya.
Dalam pelaksanaan tahap III tersebut, sebanyak 1.138 pasien direncanakan mendapatkan pelayanan. Masyarakat terlebih dahulu menjalani screening dan pemeriksaan untuk kemudian memperoleh tindakan medis sesuai dengan keluhan dan kebutuhan masing-masing.
Keberangkatan tim Layanan Kesehatan Bergerak Tahap III dilepas langsung Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur Prof. Dr. dr. Erwin Astha Triyono, Sp.PD-KPTI., FINASIM., MARS, pada Sabtu dini hari.
Erwin mengatakan, layanan kesehatan bergerak merupakan salah satu langkah Pemprov Jatim untuk memastikan masyarakat yang tinggal di wilayah kepulauan tetap memperoleh akses pelayanan kesehatan.
“Kami hadir untuk mendekatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat di wilayah kepulauan. Harapannya, masyarakat Kangean dapat memperoleh pelayanan kesehatan yang berkualitas sesuai kebutuhan,” ujar Erwin.
Menurutnya, kolaborasi lintas instansi menjadi bagian penting dalam menghadirkan pelayanan kesehatan yang lebih dekat kepada masyarakat, terutama di wilayah yang menghadapi tantangan geografis dan keterbatasan akses terhadap fasilitas kesehatan tertentu.
Sementara itu, Direktur RSUD Abuya Hidayatur Rahman, M.Kes., mengatakan bahwa kehadiran Layanan Kesehatan Bergerak sangat dinantikan masyarakat Kangean.
Ia menyebut antusiasme masyarakat cukup tinggi untuk memanfaatkan pelayanan yang menghadirkan tenaga medis dari berbagai bidang.
“Layanan kesehatan bergerak ini sangat dinantikan masyarakat Kangean. Kehadiran tim medis dari berbagai bidang menjadi kesempatan bagi warga untuk mendapatkan pelayanan, terutama untuk poli yang belum tersedia di RSUD Abuya maupun puskesmas di Pulau Kangean, seperti poli mata dan THT,” kata Hidayatur.
Menurut Hidayatur, kehadiran dokter dan tenaga medis dari berbagai fasilitas kesehatan memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk memperoleh pemeriksaan yang selama ini membutuhkan akses ke fasilitas kesehatan dengan layanan atau dokter spesialis tertentu.
Pelayanan kesehatan yang dilakukan langsung di wilayah tempat tinggal masyarakat juga membantu mengurangi kendala jarak dan biaya. Warga tidak harus menempuh perjalanan jauh untuk mendapatkan pemeriksaan maupun konsultasi dengan tenaga medis tertentu.
Selain pelayanan medis, tim juga memberikan penyuluhan kesehatan kepada masyarakat. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya promotif dan preventif untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga kesehatan dan mengenali gejala penyakit sejak dini.
Masyarakat juga didorong untuk memanfaatkan fasilitas pelayanan kesehatan yang tersedia sebagai langkah menjaga kondisi kesehatan secara berkelanjutan.
Pelaksanaan Layanan Kesehatan Bergerak Tahap III di Pulau Kangean menjadi bagian dari komitmen Pemprov Jatim dalam memperluas pemerataan akses pelayanan kesehatan, termasuk bagi masyarakat yang tinggal di wilayah kepulauan.
Melalui kolaborasi antara pemerintah, rumah sakit, fasilitas kesehatan, perguruan tinggi, TNI dan berbagai instansi terkait, pelayanan kesehatan diharapkan semakin mudah dijangkau masyarakat di kepulauan Sumenep. (ivan)