SURABAYA, PustakaJC.co – Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) Jawa Timur mempertanyakan prioritas penggunaan anggaran pemerintah di tengah kondisi sejumlah daerah yang masih menghadapi dampak bencana.
Hal tersebut disampaikan dalam aksi simbolik yang digelar ratusan mahasiswa BEM SI Jawa Timur di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Senin, (31/8/2026).
Presiden BEM Universitas Airlangga (Unair) M. Rizqi Senja mengatakan, aksi tersebut tidak dimaksudkan sebagai pengerahan massa dalam jumlah besar. Menurutnya, kegiatan itu menjadi ruang refleksi mahasiswa untuk menyuarakan kondisi masyarakat sekaligus mengingatkan pemerintah terhadap berbagai persoalan yang masih terjadi.
“Kalau untuk tuntutannya teman-teman sebetulnya ini lebih kepada seruan aksi simbolik. Jadi memang tujuan dari aksi ini bukan aksi massa, tetapi tujuannya adalah aksi untuk merefleksikan kondisi bangsa hari ini,” kata Rizqi, dikutip dari jawapos.com, Selasa, (1/9/2026).
Dalam aksinya, mahasiswa menyoroti kebijakan pemerintah yang masih mengalokasikan anggaran untuk sejumlah program besar, di antaranya Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).