Di sisi lain, BEM SI Jatim menilai masih terdapat sejumlah daerah yang membutuhkan perhatian dan pemulihan akibat bencana. Beberapa wilayah yang disoroti antara lain Nusa Tenggara Timur (NTT), Kalimantan, Aceh, Lampung, Papua hingga Nusa Tenggara Barat (NTB).
Rizqi mengatakan, kondisi masyarakat di sejumlah wilayah tersebut menunjukkan bahwa proses pemulihan bencana masih menjadi pekerjaan yang membutuhkan perhatian negara.
“Kalau misalnya kita lihat kondisi bangsa hari ini, ternyata bencana-bencana yang terjadi di hampir seluruh wilayah Indonesia, seperti di NTT, di Kalimantan, di Aceh yang belum pulih hari ini, di Lampung, di Papua juga kemarin, bahkan di NTB, negara belum benar-benar bisa hadir untuk memulihkan bencana, memulihkan kondisi masyarakat di sana,” ujarnya.
Menurut Rizqi, penanganan dan pemulihan pascabencana semestinya menjadi salah satu pertimbangan penting dalam menentukan prioritas penggunaan anggaran negara.
Karena itu, mahasiswa meminta pemerintah memberikan perhatian lebih besar terhadap masyarakat yang masih terdampak bencana, termasuk memastikan proses pemulihan berjalan secara optimal.
“Kami menuntut kekuasaan untuk benar-benar memprioritaskan anggarannya untuk penanganan bencana hari ini,” tegasnya.