SURABAYA, PustakaJC.co – Dinas Sosial (Dinsos) Kota Surabaya mencatat sebanyak 3.283 aduan masyarakat masuk terkait ketidaksesuaian posisi desil dengan kondisi ekonomi riil di lapangan per awal September 2026.
Kepala Dinas Sosial (Kadinsos) Kota Surabaya, Antiek Sugiharti menegaskan, pengajuan sanggahan oleh warga tidak serta-merta membuat posisi desil seseorang otomatis turun. Berdasarkan hasil pemutakhiran dan verifikasi lapangan (outreach), dari total 3.283 aduan yang diproses, sebanyak 1.845 warga mengalami penurunan desil, 1.093 warga berada di posisi tetap, dan 345 warga justru mengalami kenaikan desil. Dilansir dari suarasurabaya.net, Jumat, (4/9/2026).
"Pengajuan sanggahan tidak otomatis membuat posisi desil seseorang turun. Kami di Dinsos pada dasarnya merupakan user atau pengguna data desil dari pemerintah pusat. Kewenangan penuh proses pendesilan ada di pusat, kami bertugas mengecek kondisi riil di lapangan dan mengusulkan pemutakhiran data tersebut," ujar Antiek saat mengisi program talkshow Semanggi Suroboyo.