Menjelang keberangkatan, Agung berpesan agar para peserta tidak lagi memandang diri mereka sekadar sebagai peserta MTQ. Mereka merupakan duta Jawa Timur yang membawa nama keluarga, guru, daerah, dan kehormatan Provinsi Jawa Timur.
Ia meminta peserta percaya terhadap kemampuan diri dan proses pembinaan yang telah dijalani. Berbagai teknik, strategi, koreksi, dan evaluasi telah diberikan oleh para pembina.
“Ketika kalian berdiri di atas mimbar musabaqah, bukan lagi pembina yang akan berbicara. Kalianlah yang akan berbicara melalui penampilan terbaik kalian,” tegasnya.
Agung juga menitipkan sejumlah hal kepada peserta sebelum berangkat ke Semarang.
Pertama, peserta diminta terus berlatih secara intensif dan konsisten. Kedua, menjaga mental dan keyakinan agar tidak minder ketika berhadapan dengan peserta dari provinsi lain.
Ketiga, menjaga kesehatan fisik dan mental. Peserta diminta memperhatikan pola makan dan minum, mencukupi waktu istirahat, serta menghindari hal-hal yang dapat mengganggu kondisi tubuh.
Perhatian khusus diberikan kepada peserta yang membutuhkan kualitas vokal dalam penampilan agar menjaga kesehatan tenggorokan dan pita suara.
“Jangan sampai ketika kemampuan sudah siap, tetapi kondisi fisik justru kurang mendukung,” pesannya.