Keempat, peserta diminta memahami aspek penilaian dan ketentuan musabaqah pada cabang serta golongan masing-masing. Pemahaman tersebut dinilai penting agar kemampuan yang telah dilatih dapat ditampilkan secara maksimal saat perlombaan.
Agung menegaskan keberhasilan kafilah tidak hanya ditentukan kemampuan teknis. Kesiapan mental, kesehatan, kedisiplinan, dan kekuatan spiritual juga menjadi bagian penting dalam menghadapi kompetisi tingkat nasional.
Ia kembali menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam mempersiapkan kafilah Jawa Timur.
“Selamat berjuang untuk Jawa Timur, selamat berjuang untuk keluarga, selamat berjuang untuk guru dan pembina. Dan yang terpenting, perjuangan untuk memuliakan Al-Qur’an dan mengharap ridha Allah SWT,” tuturnya.
Dengan berakhirnya pembinaan tahap VIII, seluruh rangkaian pembinaan kafilah Jawa Timur dari tahap I hingga tahap VIII resmi ditutup.
Selanjutnya, para peserta memasuki tahap persiapan akhir sebelum bertolak ke Kota Semarang untuk mengikuti MTQ XXXII Tingkat Nasional Tahun 2026.
Agung berharap seluruh ikhtiar yang telah dilakukan mendapat ridha dan pertolongan Allah SWT sehingga kafilah Jawa Timur diberikan kesehatan, kekuatan, ketenangan, dan kemampuan terbaik untuk mengharumkan nama Jawa Timur di tingkat nasional. (ivan)