SURABAYA, PustakaJC.co – Kafilah Jawa Timur menuntaskan seluruh rangkaian pembinaan sebagai persiapan menghadapi Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) XXXII Tingkat Nasional Tahun 2026 di Kota Semarang.
Pembinaan tahap VIII sekaligus menjadi penutup rangkaian pembinaan calon peserta kafilah Jawa Timur yang telah berlangsung secara bertahap sejak Mei hingga September 2026. Kegiatan penutupan digelar di Gedung BPSDM Jawa Timur, Surabaya, Minggu, (5/9/2026).
Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Timur, Agung Subagyo, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pembina, pendamping, official, dan peserta yang telah mengikuti proses pembinaan secara disiplin dan konsisten. Dilansir dari kominfojatim.go.id, Minggu, (6/9/2026).
Menurut Agung, pembinaan yang diberikan tidak sebatas latihan rutin. Para calon peserta juga menjalani try out dan trial yang dikondisikan menyerupai suasana perlombaan sesungguhnya.
“Pembekalan yang sudah dilakukan bahkan sudah di-try out dan di-trial seperti momen lomba yang sesungguhnya. Insyaallah nanti pada saatnya tampil, anak-anak kita bisa tampil lebih dari yang dilakukan di sini,” ujarnya.
Agung berharap seluruh peserta dapat tampil optimal dengan dukungan doa masyarakat Jawa Timur. Ia juga meminta para peserta menjaga kesehatan, kekuatan fisik, ketahanan mental, serta keyakinan untuk meraih prestasi terbaik.
Ia memberikan apresiasi kepada para pembina, termasuk pembina tingkat nasional, yang telah mencurahkan ilmu, tenaga, pikiran, dan waktu selama proses pembinaan.
Menurutnya, proses membina peserta MTQ bukan pekerjaan sederhana. Peserta harus melalui berbagai tahapan, mulai dari evaluasi, koreksi, pengulangan, hingga menghadapi rasa lelah dan jenuh.
Seluruh proses tersebut dilakukan untuk mempersiapkan putra-putri terbaik Jawa Timur agar mampu membawa nama baik daerah pada MTQ Nasional di Kota Semarang.
“Semua itu dilakukan dengan satu tujuan dan satu tekad agar putra-putri terbaik Jawa Timur minimal membawa nama baik Provinsi Jawa Timur dan memberikan prestasi terbaik pada MTQ Nasional di Kota Semarang nanti,” katanya.
Menjelang keberangkatan, Agung berpesan agar para peserta tidak lagi memandang diri mereka sekadar sebagai peserta MTQ. Mereka merupakan duta Jawa Timur yang membawa nama keluarga, guru, daerah, dan kehormatan Provinsi Jawa Timur.
Ia meminta peserta percaya terhadap kemampuan diri dan proses pembinaan yang telah dijalani. Berbagai teknik, strategi, koreksi, dan evaluasi telah diberikan oleh para pembina.
“Ketika kalian berdiri di atas mimbar musabaqah, bukan lagi pembina yang akan berbicara. Kalianlah yang akan berbicara melalui penampilan terbaik kalian,” tegasnya.
Agung juga menitipkan sejumlah hal kepada peserta sebelum berangkat ke Semarang.
Pertama, peserta diminta terus berlatih secara intensif dan konsisten. Kedua, menjaga mental dan keyakinan agar tidak minder ketika berhadapan dengan peserta dari provinsi lain.
Ketiga, menjaga kesehatan fisik dan mental. Peserta diminta memperhatikan pola makan dan minum, mencukupi waktu istirahat, serta menghindari hal-hal yang dapat mengganggu kondisi tubuh.
Perhatian khusus diberikan kepada peserta yang membutuhkan kualitas vokal dalam penampilan agar menjaga kesehatan tenggorokan dan pita suara.
“Jangan sampai ketika kemampuan sudah siap, tetapi kondisi fisik justru kurang mendukung,” pesannya.
Keempat, peserta diminta memahami aspek penilaian dan ketentuan musabaqah pada cabang serta golongan masing-masing. Pemahaman tersebut dinilai penting agar kemampuan yang telah dilatih dapat ditampilkan secara maksimal saat perlombaan.
Agung menegaskan keberhasilan kafilah tidak hanya ditentukan kemampuan teknis. Kesiapan mental, kesehatan, kedisiplinan, dan kekuatan spiritual juga menjadi bagian penting dalam menghadapi kompetisi tingkat nasional.
Ia kembali menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam mempersiapkan kafilah Jawa Timur.
“Selamat berjuang untuk Jawa Timur, selamat berjuang untuk keluarga, selamat berjuang untuk guru dan pembina. Dan yang terpenting, perjuangan untuk memuliakan Al-Qur’an dan mengharap ridha Allah SWT,” tuturnya.
Dengan berakhirnya pembinaan tahap VIII, seluruh rangkaian pembinaan kafilah Jawa Timur dari tahap I hingga tahap VIII resmi ditutup.
Selanjutnya, para peserta memasuki tahap persiapan akhir sebelum bertolak ke Kota Semarang untuk mengikuti MTQ XXXII Tingkat Nasional Tahun 2026.
Agung berharap seluruh ikhtiar yang telah dilakukan mendapat ridha dan pertolongan Allah SWT sehingga kafilah Jawa Timur diberikan kesehatan, kekuatan, ketenangan, dan kemampuan terbaik untuk mengharumkan nama Jawa Timur di tingkat nasional. (ivan)