Guna mendukung penambahan debit tersebut, PJT I mengandalkan pasokan air tambahan dari hulu Wilayah Sungai Brantas melalui sistem Waduk Sutami.
Selain penggelontoran, PJT I juga menerapkan rekayasa aliran air untuk melokalisasi dampak pencemaran. Pintu Air (PA) Wonokromo ditutup sementara waktu untuk mencegah air berbusa mengalir ke Kali Mas. Seluruh aliran berbusa dialihkan menuju Kali Wonokromo.
Saat ini, petugas di lapangan telah mengambil sampel air di lima lokasi strategis untuk memantau tingkat pencemaran secara berkala, yaitu:
- Hulu Kali Tengah
- Muara Kali Tengah
- Intake Karangpilang
- Gunungsari
- Intake Ngagel
Langkah pemantauan ketat ini dilakukan demi memastikan pasokan air baku untuk kebutuhan masyarakat tetap aman dan terjaga selama proses pemulihan berlangsung. (ivan)