SURABAYA, PustakaJC.co - Perum Jasa Tirta I (PJT I) menerjunkan tim untuk mengendalikan penurunan kualitas air di Kali Surabaya yang mendadak dipenuhi busa putih. Pencemaran ini diduga kuat dipicu oleh sisa penggunaan foam pemadam saat kebakaran melanda sebuah gudang bahan baku di kawasan industri Driyorejo, Gresik, Jumat, (4/9/2026) lalu.
Limbah busa tersebut masuk melalui aliran Kali Tengah sebelum akhirnya bermuara dan mencemari Kali Surabaya. Menanggapi situasi ini, PJT I mengambil tindakan cepat dengan menambah pasokan air guna menggelontor polutan yang mengapung di permukaan sungai. Dilansir dari kominfojatim.go.id, Senin, (7/9/2026).
"Debit air dari Bendung Mlirip kami naikkan dari 20 m³/detik menjadi 25 m³/detik sejak Sabtu malam. Langkah ini kami ambil untuk mempercepat penggelontoran polutan agar kualitas air Kali Surabaya segera pulih," ujar Kepala Sub Divisi Pengelolaan SDA WS Brantas 3 PJT I, Agung Wicaksono, Senin, (7/9/2026).
Guna mendukung penambahan debit tersebut, PJT I mengandalkan pasokan air tambahan dari hulu Wilayah Sungai Brantas melalui sistem Waduk Sutami.
Selain penggelontoran, PJT I juga menerapkan rekayasa aliran air untuk melokalisasi dampak pencemaran. Pintu Air (PA) Wonokromo ditutup sementara waktu untuk mencegah air berbusa mengalir ke Kali Mas. Seluruh aliran berbusa dialihkan menuju Kali Wonokromo.
Saat ini, petugas di lapangan telah mengambil sampel air di lima lokasi strategis untuk memantau tingkat pencemaran secara berkala, yaitu:
- Hulu Kali Tengah
- Muara Kali Tengah
- Intake Karangpilang
- Gunungsari
- Intake Ngagel
Langkah pemantauan ketat ini dilakukan demi memastikan pasokan air baku untuk kebutuhan masyarakat tetap aman dan terjaga selama proses pemulihan berlangsung. (ivan)