Helikopter PK-DAP yang memiliki kapasitas membawa 1.000 liter air tersebut melakukan dua kali water bombing pada Senin. Dengan demikian, total air yang dijatuhkan ke area terdampak mencapai sekitar 2.000 liter.
Namun, operasi udara masih menghadapi kendala. Kondisi angin yang cukup kencang serta kabut tebal di kawasan Gunung Ijen membuat frekuensi penerbangan menjadi terbatas.
Selain operasi udara, BPBD Jatim juga mengerahkan personel untuk bergabung dengan tim gabungan di darat. Tim tersebut melakukan penyisiran sekaligus pemadaman secara manual pada titik-titik yang masih dapat dijangkau.
“Kami juga menerjunkan sejumlah personel untuk bergabung dengan tim darat yang akan melakukan penyisiran lewat darat,” kata Gatot.