JAKARTA, PustakaJC.co — Genap setahun menjabat sebagai Menteri Keuangan di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, Purbaya Yudhi Sadewa membagikan kesannya selama mengemban amanat sebagai Bendahara Negara. Ia mengaku menikmati perannya, terutama karena dapat menguji berbagai teori ekonomi secara langsung di lapangan.
Purbaya mengungkapkan, salah satu indikator nyata dari beratnya beban kerja di Kementerian Keuangan adalah penurunan berat badannya yang lumayan drastis.
“Paling gampang kalau liat berat badan saya kan? Pas. Jadi menteri saya 102 kg, sekarang 97 kg atau 98 kg, itu sudah recover. Kemudian turun ke 88 kg, berarti kerjanya memang berat di Kementerian Keuangan,” ungkap Purbaya di kutip dari surabayapagi.com, Rabu, (9/9/2026).
Di samping dinamika fisik tersebut, Purbaya mengaku senang lantaran bisa menguji berbagai teori ekonomi di lapangan secara riil sepanjang menjabat sebagai menteri.
“Kalau untuk ilmuwan seperti saya, ekonom kan ilmuwan, itu paling menarik adalah ketika kita bisa menguji teori-teori di lapangan langsung dan kita lihat hasilnya sesuai dengan apa yang kita prediksi atau yang kita rencanakan,” jelasnya.
Meski belum tumbuh kencang, ekonomi Indonesia disebut berhasil keluar dari kutukan pertumbuhan 5%. Hal tersebut tercatat pada pertumbuhan kuartal IV-2025 sebesar 5,39%, kuartal I-2026 sebesar 5,61%, dan kuartal II-2026 tumbuh 5,29%.
Purbaya menambahkan bahwa perlambatan pertumbuhan ekonomi yang sempat terjadi lebih disebabkan oleh gangguan global. Namun, ia tetap meyakini ekonomi Indonesia bergerak ke arah target 6% yang diproyeksikan bakal tercapai pada kuartal IV-2026. (ivan)