Ubah Pesantren Dari Objek Jadi Subjek Riset, Pemprov Jatim Luncurkan Beasiswa Afirmasi STEM

pemerintahan | 10 September 2026 19:22

Ubah Pesantren Dari Objek Jadi Subjek Riset, Pemprov Jatim Luncurkan Beasiswa Afirmasi STEM
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa. (dok antara)

SURABAYA, PustakaJC.co – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, secara resmi meresmikan Launching Pusat Riset Pesantren Jawa Timur sekaligus memberikan arahan dalam Studium Generale Mahasiswa dan Mahasantri Baru Penerima Beasiswa Pemprov Jatim 2026 di Surabaya, Kamis, (10/9/2026).

 

Langkah ini menjadi pijakan strategis Pemprov Jatim dalam memperkuat ekosistem riset dan pendidikan berbasis Science, Technology, Engineering, Economics, and Mathematics (STEM) di lingkungan pesantren. Dilansir dari antaranews.com, Kamis, (10/9/2026).

 

Dalam program Beasiswa Lembaga Pengembangan Pesantren dan Diniyah (LPPD) Jatim 2026, Pemprov sediakan kuota 1.100 penerima untuk jenjang S1, S2, S3 di Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI), Ma’had Aly, hingga Universitas Al-Azhar Kairo, Mesir. Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, tahun ini diluncurkan jalur afirmasi berbasis STEM untuk mendorong diversifikasi profesi lulusan pesantren.

 

Gubernur Khofifah menegaskan pentingnya adaptasi pesantren terhadap tantangan zaman agar para lulusan tidak hanya menguasai keagamaan, tetapi juga unggul di sektor profesional global.

 

“Era sekarang adalah era STEM. Karena itu, pesantren harus mampu mengikuti perkembangan zaman dengan memperluas bidang pendidikan dan profesi bagi para lulusannya. Kita ingin melahirkan generasi pesantren yang unggul di bidang sains, teknologi, ekonomi, sekaligus tetap memiliki karakter Islam moderat,” tegas Khofifah.

 

 

Ketua LPPD Jatim, Prof. Dr. H. Abd. Halim Soebahar, M.A., menambahkan bahwa keberadaan Pusat Riset Pesantren menjadi momentum transformasi peran pesantren dalam peta akademik nasional.

 

“Jika sebelumnya pesantren lebih banyak menjadi objek penelitian, kini kita dorong pesantren menjadi subjek yang menghasilkan karya ilmiah dan memberikan kontribusi bagi pembangunan,” ungkap Halim.

 

Secara akumulatif, program Beasiswa LPPD Jatim telah mencatat 7.796 penerima manfaat. Dari angka tersebut, sebanyak 2.395 orang menyelesaikan jenjang S1, 1.345 orang S2, 75 orang S3, serta 125 mahasantri menempuh studi di Universitas Al-Azhar Kairo.

 

Produktivitas akademik penerima beasiswa juga terus digenjot. Sejak 2022, mahasiswa S3 telah menghasilkan 170 karya ilmiah, sementara mahasiswa S2 di Mesir ditargetkan menerbitkan 30 buku literasi dan kajian kitab. Melalui peresmian Pusat Riset Pesantren, saat ini juga telah lahir 40 hasil penelitian independen dari kalangan pesantren yang siap dikembangkan untuk menjawab kebutuhan masyarakat. (ivan)