Ketua LPPD Jatim, Prof. Dr. H. Abd. Halim Soebahar, M.A., menambahkan bahwa keberadaan Pusat Riset Pesantren menjadi momentum transformasi peran pesantren dalam peta akademik nasional.
“Jika sebelumnya pesantren lebih banyak menjadi objek penelitian, kini kita dorong pesantren menjadi subjek yang menghasilkan karya ilmiah dan memberikan kontribusi bagi pembangunan,” ungkap Halim.
Secara akumulatif, program Beasiswa LPPD Jatim telah mencatat 7.796 penerima manfaat. Dari angka tersebut, sebanyak 2.395 orang menyelesaikan jenjang S1, 1.345 orang S2, 75 orang S3, serta 125 mahasantri menempuh studi di Universitas Al-Azhar Kairo.
Produktivitas akademik penerima beasiswa juga terus digenjot. Sejak 2022, mahasiswa S3 telah menghasilkan 170 karya ilmiah, sementara mahasiswa S2 di Mesir ditargetkan menerbitkan 30 buku literasi dan kajian kitab. Melalui peresmian Pusat Riset Pesantren, saat ini juga telah lahir 40 hasil penelitian independen dari kalangan pesantren yang siap dikembangkan untuk menjawab kebutuhan masyarakat. (ivan)