Pentingnya integrasi jejaring ini disokong oleh program kemitraan Indonesia–Australia melalui SIAP SIAGA. Perwakilan SIAP SIAGA Jawa Timur, Mambaus Suud, menyebutkan bahwa kerja sama yang telah berjalan selama enam tahun bertujuan untuk memetakan pergerakan relawan di lapangan.
“Penguatan jejaring diperlukan agar pergerakan relawan dapat terpantau dan terkoordinasi dengan baik,” kata Mambaus.
Sementara itu, Ketua Panitia Kongres IV SRPB Jatim, Dwi Rossantiana, menambahkan bahwa forum ini menjadi momen krusial untuk membangun fondasi organisasi yang lebih tangguh ke depan.
“Bukan hanya pergantian pengurus, tetapi bagaimana SRPB ke depan semakin kuat, adaptif, profesional, dan mampu menjawab kebutuhan penanggulangan bencana,” tegas Dwi.
Dihadiri perwakilan dari 80 organisasi relawan dan 15 peninjau, kongres ini ditargetkan melahirkan arah kebijakan strategis sekaligus memperkuat posisi SRPB Jatim sebagai hub koordinasi jejaring relawan periode 2026–2029. (ivan)