SURABAYA, PustakaJC.co – Kongres IV Sekretariat Bersama Relawan Penanggulangan Bencana (SRPB) Jawa Timur di Gedung Widya Kartika Surabaya, 12–13 September 2026, menegaskan krusialnya penguatan kolaborasi empat pilar kebencanaan.
Pakar Penanggulangan Bencana, Prof. Samsul Ma’arif, menegaskan bahwa penanganan bencana tidak bisa lagi berjalan secara sektoral tanpa keterlibatan multipihak. Dilansir dari kominfojatim.go.id, Minggu, (13/9/2026).
“Penanggulangan bencana tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Dibutuhkan koordinasi dan kolaborasi sedikitnya empat unsur utama, yakni pemerintah dan DPR, dunia usaha atau industri, masyarakat, serta media,” ujar Samsul di sela-sela sidang kongres, Sabtu, (12/9/2026).
Pentingnya integrasi jejaring ini disokong oleh program kemitraan Indonesia–Australia melalui SIAP SIAGA. Perwakilan SIAP SIAGA Jawa Timur, Mambaus Suud, menyebutkan bahwa kerja sama yang telah berjalan selama enam tahun bertujuan untuk memetakan pergerakan relawan di lapangan.
“Penguatan jejaring diperlukan agar pergerakan relawan dapat terpantau dan terkoordinasi dengan baik,” kata Mambaus.
Sementara itu, Ketua Panitia Kongres IV SRPB Jatim, Dwi Rossantiana, menambahkan bahwa forum ini menjadi momen krusial untuk membangun fondasi organisasi yang lebih tangguh ke depan.
“Bukan hanya pergantian pengurus, tetapi bagaimana SRPB ke depan semakin kuat, adaptif, profesional, dan mampu menjawab kebutuhan penanggulangan bencana,” tegas Dwi.
Dihadiri perwakilan dari 80 organisasi relawan dan 15 peninjau, kongres ini ditargetkan melahirkan arah kebijakan strategis sekaligus memperkuat posisi SRPB Jatim sebagai hub koordinasi jejaring relawan periode 2026–2029. (ivan)