Pemasangan bendera ini bukan sekadar simbol, melainkan pengingat visual akan filosofi pembangunan Surabaya yang berbasis kolaborasi. Menurut Eri, keberhasilan pembangunan kota tidak hanya bersandar pada kinerja pemerintah semata, melainkan sejauh mana ASN mampu menggerakkan partisipasi aktif warga di wilayahnya.
Dampak dari evaluasi ini juga menyasar langsung ke jajaran pimpinan. Pria nomor satu di Pemkot Surabaya itu menegaskan bahwa keberadaan bendera hitam akan memengaruhi penilaian kinerja Kepala PD dan menjadi pertimbangan penting dalam menentukan keberlanjutan jabatan mereka.
Eri berharap Kampung Pancasila tidak berhenti sebagai agenda seremonial, melainkan mampu menggeser paradigma dan kebiasaan masyarakat dalam merawat lingkungannya.
"Saya berharap Kampung Pancasila ini bisa mengubah Surabaya mulai dari dasar. Mengajak warga Surabaya mengubah paradigma dan kebiasaan yang menentukan nasib Kota Surabaya ini," pungkasnya. (ivan)