SURABAYA, PustakaJC.co - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Timur mendesak Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim untuk merubah total strategi penanganan kekeringan di sektor pertanian. Pemprov diminta tak sekadar menjadi "pencatat" angka gagal panen (puso), melainkan berfokus pada langkah preventif untuk menyelamatkan tanaman padi yang terancam mati.
Anggota Komisi B DPRD Jatim, Erma Susanti, menegaskan pentingnya pergeseran pola kerja pemerintah daerah di tengah ancaman kekeringan ekstrem yang kian meluas. Dilansir dari kominfojatim.go.id, Selasa, (22/9/2026).
“Jangan sampai data pemerintah hanya mencatat berapa hektare yang sudah gagal panen. Yang jauh lebih penting adalah berapa hektare yang sekarang terancam gagal panen dan apa yang dibutuhkan untuk menyelamatkannya,” ujar Erma di Surabaya, Senin, (21/9/2026).