Pernyataan ini merespons data Stasiun Klimatologi BMKG Jawa Timur per 10 September 2026, yang menunjukkan sebagian besar wilayah Jatim mengalami Hari Tanpa Hujan (HTH) kategori kekeringan ekstrem—berlangsung lebih dari 60 hari berturut-turut. BMKG juga memprediksi curah hujan tetap berada di kategori rendah (kurang dari 50 mm) dengan peluang probabilitas di atas 90 persen.
Mitigasi Berbasis Data
Hingga 10 Agustus 2026, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Jawa Timur mencatat kekeringan telah melanda 229,59 hektare lahan padi, dengan 28,30 hektare di antaranya mengalami puso. Kabupaten Tulungagung menjadi wilayah terdampak parah dengan 88,25 hektare lahan terancam (20 hektare puso), disusul Bojonegoro sebesar 70,50 hektare.