Keracunan Massal MBG, Pemprov Jatim Tak Mau Lagi Andalkan Punishment

pemerintahan | 03 September 2026 07:28

Keracunan Massal MBG, Pemprov Jatim Tak Mau Lagi Andalkan Punishment
Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kalitengah di Kecamatan Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur. (dok kompas)

 

SURABAYA, PustakaJC.co – Pemerintah Provinsi Jawa Timur menilai penanganan persoalan pada layanan Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak cukup hanya dengan memberikan punishment setelah terjadi insiden. Pengawasan terhadap dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dinilai perlu dilakukan secara berkala untuk mencegah kasus serupa terulang.

 

Hal itu disampaikan Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur Adhy Karyono setelah ratusan penerima MBG mengalami dugaan keracunan usai menyantap makanan dari SPPG Kalitengah, Sidoarjo. Dilansir dari kompas.com, Kamis, (3/9/2026).

 

Kasus tersebut terjadi pada Selasa, (1/9/2026). Ratusan santri dan santriwati Pondok Pesantren Manba’ul Hikam, Desa Putat, Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo, dilaporkan mengalami keluhan kesehatan setelah mengonsumsi menu MBG.

 

Keluhan serupa juga dialami pelajar dari 19 sekolah lainnya yang mendapatkan makanan dari SPPG Kalitengah.

 

Para korban mengalami sejumlah gejala, di antaranya pusing, lemas hingga mual. Mereka kemudian mendapat penanganan di sejumlah rumah sakit di Kabupaten Sidoarjo.