Emil berdalih, melampauinya realisasi LLPADS dari target APBD selama ini tidak murni disebabkan oleh optimalisasi kinerja, melainkan akibat perencanaan yang kurang akurat sejak awal. Selain itu, terdapat sejumlah objek penerimaan yang bersifat insidentil dan fluktuatif—seperti jasa giro, bunga, hasil penjualan aset yang tidak dipisahkan, hingga penerimaan kerja sama daerah—yang sulit diproyeksikan secara presisi.
Masalah Data dan Potensi Tersembunyi
Pengakuan Pemprov Jatim ini sekaligus mengonfirmasi adanya potensi penerimaan daerah yang selama ini belum terpetakan secara utuh. Kualitas basis data antar-objek penerimaan di lingkungan Pemprov Jatim diakui masih timpang dan belum merata.
"Kami menyadari bahwa kualitas basis data antarobjek belum seluruhnya merata, sehingga penguatan basis data yang terukur dan termutakhirkan menjadi salah satu agenda prioritas," tutur Emil.